Rabu, 17 Jun 2026 17:33 WIB

Meninggalnya Pelajar SD di Jombang Disebut Bukan Akibat Vaksin

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr Budi Nugroho (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr Budi Nugroho (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Jombang - Dinas Kesehatan dan Komda KIPPI Kabupaten Jombang menemukan kesimpulan atas meninggalnya pelajar SD berinisial MBS, usai sehari menjalani vaksinasi.

Namun, penyebab utama meninggalnya MBS masih belum ditemukan, karena pihak keluarga telah menerima kejadian nahas tersebut dan tidak mau jika jenazah putra keduanya diautopsi.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr Budi Nugroho mengatakan, penyebab meninggalnya MBS bukan karena vaksin.

Baca Juga: 

"Akhirnya memutuskan kematian itu tidak ada hubungannya dengan vaksinasi yang dilakukan," ungkap Budi, Jumat (31/12/2021).

Budi menambahkan, kesimpulan ini berdasarkan data dan keterangan yang dihimpun tim Komda serta Komnas KIPPI.

"Kami hanya menerima pernyataan itu. Secara teknis ini wilayah medis, karena sejak awal kita hanya ditugasi menghimpun data, baik oleh Komda maupun Komnas (KIPPI), untuk telusur data dan setelah mencermati bersama sehingga pada kesimpulan itu," terangnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Ditanya penyebab utama meninggalnya pelajar kelas VI itu, Budi mengaku belum mengetahui secara pasti.

"Belum diketahui penyebab yang sesungguhnya. Kami tidak bisa menyampaikan itu, karena pada waktu itu beliau-beliau (Komda dan Komnas KIPPI) yang mencermati data itu," paparnya.

Budi menyebut, kekhawatiran ini jangan sampai menimbulkan dan membuat kepanikan pada masyarakat serta menimbulkan penolakan vaksinasi.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

Ia pun mengimbau, jika ada efek samping atau keluhan setelah menjalani vaksinasi, masyarakat bisa langsung ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Kami akan menegaskan lagi, kesiapan melayani. Ini harus kita yakinkan bahwa jika merasakan efek samping setelah vaksin, bisa langsung ke fasilitas kesehatan setempat," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.