Sabtu, 20 Jun 2026 14:41 WIB

Pelajar SD di Jombang Meninggal Sehari Usai Divaksin, Komda KIPI Turun Tangan

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Budi Nugroho (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Budi Nugroho (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Jombang - Dinas Kesehatan Jombang dan Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) mengusut penyebab meninggalnya MBS (12), sehari setelah divaksin di Puskesmas Mojowarno.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Budi Nugroho mengatakan, tim itu terdiri dari Komda KIPI, puskesmas dan kecamatan. Tim gabungan ini tengah menelusuri riwayat penyakit MBS dan apa saja yang dilakukan setelah divaksin.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

"Untuk memastikan penyebabnya itu harus diuji. Kalau diagnosa awal di Puskesmas Mayangan sudah dalam kondisi seperti itu. Pada waktu vaksinasi, screening itu harus dilakukan dan dalam kondisi normal," ungkap Budi, Rabu (29/12/2021).

Baca Juga: 

"Jadi setelah perjalanan itu (vaksinasi), apa saja yang dikonsumsi, kegiatan apa yang dilakukan atau sebelumnya punya riwayat sakit apa atau pernah berobat ke mana, sampai detail. Bahwa ada gak yang menentukan misalkan itu yang mengarah atau proses yang mengarah ke anak itu," lanjutnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Menurut Budi, jenis vaksin yang disuntikkan ke pelajar kelas VI itu vaksin Pfizer.

"Kami masih pengumpulan data dan belum bisa mengambil kesimpulan penyebabnya. Besok akan meeting dengan Komda provinsi dan Komnas KIPI, juga untuk mencari dan mengusut penyebab kematian sesungguhnya. Vaksin yang digunakan sebenarnya Pfizer," papar dia.

Budi menambahkan, MBS menerima vaksin yang berbeda dengan temannya, karena usianya berbeda atau lebih dari usia 6 hingga 11 tahun.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

"Ini momennya bersamaan dengan usia 6 sampai 11 tahun, tapi anak ini usianya 12 tahun. Harusnya ikut tahapan yang sebelumnya (umur 12 sampai 17 tahun)," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.