Jumat, 12 Jun 2026 09:05 WIB

Target Nol Kasus Balita Stunting, DPRD Surabaya: Harus Diiringi Data Kuat

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono. (Foto: dok jatimnow.com)
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono. (Foto: dok jatimnow.com)

Surabaya - Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono mempertanyakan skema penanganan kasus balita stunting di Surabaya. Mengingat, upaya penurunan stunting menjadi nol kasus merupakan target dari Wali Kota Surabaya.

"Target yang ditentukan Wali Kota (Eri Cahyadi) ini sangat bagus, tiga bulan ke depan dia menargetkan kasus stunting menjadi nol kasus. Tapi ini harus diiringi data yang kuat setiap bulannya," ujar Budi usai meninjau penanganan balita stunting, di kawasan Jepara, Bubutan, Surabaya, Rabu (29/12/2021).

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Pria yang akrab disapa Bulek itu meminta agar janji itu tak hanya menjadi isapan jempol semata. Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya harus kerja keras untuk mewujudkan misi Wali Kota.

"Ini harus disadari oleh bawahan-bawahannya," tegasnya.

Di sisi lain, politisi PDIP itu mengaku, pihaknya cukup mengapresiasi perhatian wali kota terhadap balita stunting di Surabaya.

Ia juga meminta kepada warga Surabaya ikut membantu jika di lingkungan sekitar terdapat balita yang kekurangan gizi.

Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan

Bulek juga berpesan kepada pemkot untuk melakukan penguatan data masyarakat penerima bantuan sosial, mulai Penerima Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), ataupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Jika di tahun 2021 masih di angka ribuan saya berharap tahun 2022 bisa turun menjadi ratusan atau bahkan nol. Kepada warga Surabaya yang menemukan tetangga (Balita) mohon dibantu untuk melaporkan agar segera cepat ditangani," tandasnya.

Di lokasi, Bulek menyaksikan bantuan gizi tambahan kepada balita stunting berupa vitamin, susu, beras balita dan pemberian permakanan kusus buat penderita stanting.

Baca Juga: Cara Politisi Gerindra Surabaya Berbagi Kebahagiaan dengan Ojol Moment Idul Adha

Sebelumnya, angka balita stunting di 31 kecamatan Kota Surabaya, disebut dalam tiga bulan terakhir turun dari sebelumnya 5.727 kasus menjadi 1.785 kasus.

"Stunting bisa diturunkan dari 5.727 ke 1.785 kasus. Jadi pada posisi-posisi inilah yang kita lakukan (pemetaan), dari 1.785 itu kita pisahkan lagi. Kita sentuh dalam tiga bulan terakhir, maka dalam tiga bulan ke depan (stunting) harus titiknya nol," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono saat meninjau penanganan stunting. (Foto: dok DPRD Surabaya/jatimnow.com)Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono saat meninjau penanganan stunting. (Foto: dok DPRD Surabaya/jatimnow.com)

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.