Jumat, 19 Jun 2026 18:19 WIB

Kasus Penculikan Bayi, Polres Situbondo Buru 2 Otak Kejahatan

Baby sitter A saat diamankan di Polres Situbondo. (Foto: Humas Polres Situbondo)
Baby sitter A saat diamankan di Polres Situbondo. (Foto: Humas Polres Situbondo)

Situbondo - Hasil gelar perkara dugaan kasus penculikan bayi yang dilaporkan di SPKT Polres Situbondo tanggal 25 Desember 2021 ini dinaikkan ke tingkat penyidikan. Polisi memburu dua orang yang diduga otak kejahatan.

Hal ini disampaikan Kasi Humas Iptu Achmad Sutrisno SH setelah berkoordinasi dengan Kasat Reskrim AKP Dhedi Ardi Putra, Senin (27/12/2021).

Dari hasil gelar perkara terungkap motif penculikan oleh tersangka A (38) warga Jember. Ia menculi korban Jocelyn VC (18 bulan) disuruh ID dan FA (dalam pencarian). Menurut pengakuan tersangka, mereka adalah penasihat spiritual berasal dari Jawa Tengah.

Baca Juga: Peringati HUT ke 77 Polwan, Polres Situbondo Gelar Hapus Tato Gratis

"Keduanya merasa sakit hati dengan perkataan orang tua korban saat menghubungi A melalui handphone," kata Iptu Achmad Sutrisno.

Baca Juga: Bawa Lari Anak Majikan, Baby Sitter Diamankan Polres Situbondo

Baca Juga: 3 Anggota Kelompok Tani di Situbondo Selundupkan 8,9 Ton Pupuk Bersubsidi

Selain itu, motif lainnya adalah tersangka bersedia melakukan perbuatan tersebut karena tersangka merasa takut dengan perkataan ID. ID mengancam apabila terlapor tidak mengikuti keinginan mereka, tersangka atau anaknya akan mendapatkan bahaya (musibah).

"Sehingga tersangka merasa takut dan bersedia membawa pergi korban," tegas dia.

Baca Juga: Kapolda Jatim Patroli Motor Susuri Pantura, di Situbondo Bagi-bagi Bantuan

Saat ini pihaknya mengerahkan Tim Resmob Satreskrim melakukan pencarian terhadap dua orang yang dimaksud tersangka tersebut.

“Kasusnya sudah naik ke tingkat penyidikan, untuk selanjutkan akan dilanjutkan pemeriksaan saksi-saksi. Serta melakukan pencarian dua orang yang diduga menyuruh tersangka melakukan perbuatan penculikan dimaksud," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.