Rabu, 17 Jun 2026 01:21 WIB

DKJT Terbitkan Buku, Kolaborasi Tiga Penulis Seni Budaya

DKJT terbitkan buku kolaborasi tiga penulis seni budaya. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
DKJT terbitkan buku kolaborasi tiga penulis seni budaya. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) menerbitkan Buku Antologi Seni Budaya DK-Jatim bertajuk ‘Estetika, Makna dan Media’. Peluncuran berlangsung di kantor DKJT Jatim.

“Buku sederhana yang diterbitkan Dewan Kesenian Jawa Timur ini sengaja diberi tajuk Estetika, Makna dan Media, karena subtansi dari buku ini berbicara tentang tiga hal tersebut. Tentu saja, tidak secara eksplisit namun mengajak pembaca untuk dapat menangkap pesan subtantif dan esensial dari beberapa tulisan kritis yang disuguhkan,” ujar Perwakilan Presidium DKJT Eko Suwargono dalam keterangan resmi yang diterima jatimnow.com, Sabtu (25/12/2021).

Baca Juga: Mendikdasmen Pantau TKA Hari Kedua di Surabaya

Eko mengatakan, bangunan karya seni sebagai pengejawantahan filosofi nilai dan keindahan, akan melibatkan media untuk kebutuhan berekspresi dan apresiasi agar dapat terus berdaya, berkembang secara adaptif dan kontekstual berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Selain itu, kualitas resepsi dan kreatifitas sang seniman yang terpantul dalam karyanya penting untuk dikaji secara komprehensif. Hasilnya, dapat digunakan sebagai refrensi pengembangan karya lebih lanjut,” lanjutnya.

Sementara Wakil Sekretaris Bidang Program, Nasar Albatati menyebut, Buku Antologi Seni dan Budaya merupakan tulisan kritik dari 3 penulis yang memiliki wawasan luas tentang bidangnya.

Menurutnya, 3 penulis ini memberikan dimensi berbeda pada fenomena budaya yang dituliskannya.

Ia membeberkan, pertama, Ikhwan Setiawan yang dalam tulisannya mengkritik neo-eksostisisme yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi dalam mengakomodasi dan mentransformasi kesenian sebagai salah satu penopang utama industri pariwisata.

Baca Juga: Cuaca Jatim Hari Ini, Hujan Petir Mengancam 12 Daerah

Selanjutnya, Mashuri yang tulisannya berusaha menelusuri posisi budaya dalam prosa dan mengulik strategi para pengarang dalam prosa karangannya. Dalam tulisannya, Mashuri berusaha menjelaskan penelusuran yang dilakukan mulai dari beberapa pengarang dunia, terlebih kawasan Anglo-Saxon, dan pengarang dunia, dan secara khusus Jatim.

"Terakhir, Syarifuddin yang mencoba menjelaskan bahwa seni rupa hari ini berbeda dengan Seni Rupa di masa-masa yang lalu di mana saat ini kedatangan platform digital memperkaya pandangan tentang seni rupa itu sendiri terutama soal media dan teknis yang di masa sebelumnya teknis dan medium ini sudah dianggap selesai,” jelas Nasar.

Di tempat sama, Ikhwan Setiawan sebagai penulis, memberikan pandangannya dalam menulis buku tersebut. Kata Ikhwan, ia ingin memperluas pembahasan terkait neo-eksotisme sebagai formula yang digunakan oleh Pemkab Banyuwangi.

Baca Juga: DKJT dan GMNI Surabaya Serukan Kemandirian Bangsa Lewat Kebudayaan

"Saya ingin memperluas pembahasan terkait neo-eksotisisme sebagai formula yang digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mengkomodifikasi dan mentransformasi kesenian etnis di Banyuwangi sebagai salah satu penopang utama industri pariwisata,” kata Ikhwan.

Pria yang juga Dosen Sastra Inggris di Universitas Jember ini menambahkan, bahwa secara spesifik, dalam tulisan ini dirinya ingin mendiskusikan lebih detail konsep yang ditawarkan Pemkab Banyuwangi.

"Terkait pemberdayaan kesenian lokal yang disesuaikan dengan trend industri, pariwisata di level global, dinamika dan permasalahan yang muncul dalam pemberdayaan kesenian etnis dengan menggunakan konsep atau formula neo-eksotisisme dan kuatnya kepentingan industri pariwisata bernuansa neoliberal,” pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.