Kamis, 18 Jun 2026 07:54 WIB

Rayakan Hari Ibu, PFI Kota Surabaya Bedah Buku "IBU" Khofifah Indar Parawansa

Bedah Buku "IBU" Khofifah Indar Parawansa yang digelar PFI Kota Surabaya (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)
Bedah Buku "IBU" Khofifah Indar Parawansa yang digelar PFI Kota Surabaya (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)

Surabaya - Peringati Hari Ibu, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Surabaya menggelar bedah buku berjudul 'IBU' Khofifah Indar Parawansa, karya fotografer senior Trisnadi Marjan dan jurnalis Fatimatuz Zahroh, Rabu (22/12/2021).

Bedah buku yang digelar di Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya itu dihadiri para pegiat fotografi, para mahasiswa dan peserta virtual.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Trisnadi menyampaikan, buku ini merupakan kumpulan karya fotografi jurnalistiknya selama bekerja profesional sebagai fotografer mendampingi sosok Khofifah Indar Parawansa.

Selama lebih dari 10 tahun, tak kurang ada sekitar 500 ribu frame foto yang telah ia hasilkan. Foto-foto itu menurutnya sayang bila hanya disimpan dalam laptop atau hard disk.

Secara khusus ia ingin agar karya fotonya bisa lebih bermanfaat bagi khalayak, khususnya generasi muda. Bahwa ada sosok dari Surabaya, Jawa Timur yang telah mendunia, yang bisa dijadikan figur panutan yaitu Khofifah Indar Parawansa.

"Dari niatan itu, saya kemudian berdiskusi dengan beberapa teman, untuk membulatkan tekad membukukan karya foto saya. Dengan harapan akan banyak yang belajar bagaimana seorang tokoh perempuan seperti Khofifah meniti karirnya hingga kini dua tahun memimpin Jawa Timur," terang Trisnadi.

Dia menceritakan proses kreatif dalam pembuatan buku IBU tersebut. Yang tentunya diawali dengan pengalaman meliput dan memotret setiap langkah Khofifah, baik saat menjadi Menteri Sosial, saat kampanye Pilgub 2018 hingga selama menjabat sebagai Gubernur Jatim.

Sosok yang kuat, pekerja keras dan ikhlas menjadi karakter yang menurut Trisnadi menempel pada karakter Khofifah.

"Yang saya ingat betul adalah saat memotret giat Ibu Khofifah bernegosiasi dengan aktivis GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Beliau tak ada takut-takutnya. Perempuan dan sendirian. Di sana ia bernegosiasi dengan mereka dan memastikan bahwa Aceh aman," tegasnya.

Begitu juga saat memotret langkah Khofifah di Puncak Jaya. Di wilayah genting kerusuhan tersebut, Khofifah nekat berangkat ke sana demi meninjau ketersediaan pangan dan juga menyebarkan semangat nasionalisme.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Jangankan gentar, ancaman medan alam yang terbilang terjal untuk dilalui pesawat capung, hingga ancaman tembakan para sniper tidak ia hiraukan. Padahal Trisnadi mengaku ia sendiri juga was-was.

"Tapi Ibu Khofifah selalu pesankan saya bahwa yang penting ikhlas. Kalau kita ikhlas, Allah yang akan menjaga kita," tegas Trisnadi.

Sementara jurnalis Fatimatuz Zahroh menyampaikan hal senada. Ia menyebut, mengapresiasi seorang ibu, tentu banyak caranya. Salah satunya dengan karya buku ini.

Menurutnya, sosok Khofifah layak dijadikan panutan dan inspirasi bagi generasi muda untuk ingin mewakafkan jalan hidupnya untuk pergerakan dan bangsanya.

"Jadi buku ini menurut saya perpaduan yang harmoni, antara karya visual fotografi yang dipadukan dengan narasi jurnalistik. Di mana pesan buku ini bukan hanya sepak terjang dan kiprah seorang Khofifah, tapi juga bagaimana memiliki karakter seorang pemimpin. Semoga ini memberikan manfaat bagi anak-anak muda dan juga semua pembaca," pungkas jurnalis yang akrab disapa Ima ini.

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

Selain bedah buku, juga digelat sharing session oleh fotografer AFP Juni Kriswanto. Juni yang juga anggota aktif PFI Kota Surabaya itu berbagi dengan generasi muda terkait produksi dan peliputan karya foto jurnalistik saat terjadi bencana.

Ketua PFI Kota Surabaya Suryanto menyampaikan apresiasinya kepada para narasumber yang telah menyempatkan hadir dalam bedah buku kali ini. Menurutnya, even ini sengaja digelar khusus untuk merayakan Hari Ibu melalui karya karya fotografi.

"Kegiatan seperti ini aktif kami gelar. Sharing tentang karya-karya fotografi, bagaimana tantangan kerja sebagai pewarta foto, dengan harapan anak-anak muda yang hobi foto juga bisa mendapat insight baru tentang fotografi, khususnya jurnalistik," tandasnya.

Trisnadi Marjan, pembuat buku Trisnadi Marjan, pembuat buku

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.