Senin, 15 Jun 2026 09:42 WIB

Rumah Janda di Magetan Ambruk Rata dengan Tanah

Anggota Polsek Takeran melaksanakan kerja bakti membersihkan material rumah yang roboh (Foto: Polsek Takeran/jatimnow.com)
Anggota Polsek Takeran melaksanakan kerja bakti membersihkan material rumah yang roboh (Foto: Polsek Takeran/jatimnow.com)

Magetan - Sebuah rumah di Desa Waduk, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan ambruk. Rumah tersebut milik seorang janda bernama Pariyatmi (53).

"Sebelum ambruk, hujan cukup lebat mengguyur lokasi," ujar Kasi Humas Polres Magetan, AKP Budi Kuncahyo, Rabu (22/12/2021).

Baca Juga: Komitmen Agus Black Hoe: Infrastruktur Berkualitas Dongkrak Ekonomi Magetan

Dia menuturkan memang sebagian besar kayu atap rumah sudah rapuh. Ditambah lagi adanya hujan dengan intensitas cukup tinggi. Tidak berselang lama atap roboh dan tembok dapur ambrol.

"Rumah roboh tersebut milik janda Pariyatmi 53 tahun di desa Waduk Kecamatan Takeran. Sebelumya sudah rapuh," katanya.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Polsek Takeran bersama anggota dan Bhabinkamtibmas Desa Waduk mendatangi TKP. Pagi hari tadi dilakukan kerja bakti Polri-TNI bersama pihak perangkat desa dan masyarakat.

Baca Juga: Mbok Yem, Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia Tutup Usia

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa atap dan tembok dapur roboh tersebut. Pemilik rumah saat itu sedang berada di rumah depan. Kerugian materi tafsir kurang lebih Rp7 jutaan," jelasnya.

Hari ini pelaksanaan kerja bakti membersihkan material rumah yang roboh masih berlangsung oleh anggota Polri dan TNI serta warga sekitar.

Baca Juga: Belanja di Pasar Murah Lembeyan Magetan, Warga Bisa Dapat Diskon Khusus

Selesai kegiatan kerja bakti, Kapolsek Takeran AKP Hendro Warsito SH memberikan santunan berupa sembako dan sejumlah uang kepada keluarga Pariyatmi.

"Mudah mudahan ini dapat sedikit meringankan beban warga terdampak dan diberikan ketabahan bagi Ibu Pariyatmi," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.