Jumat, 19 Jun 2026 10:58 WIB

Pemkot Surabaya Diminta Bantu Polri-TNI Petakan Titik Rawan Tawuran saat Nataru

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Budi Leksono (Foto: Dok. jatimnow.com)
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Budi Leksono (Foto: Dok. jatimnow.com)

Surabaya - Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono meminta pemerintah kota (pemkot) membantu Polri dan TNI untuk memetakan titik rawan tawuran hingga kejahatan selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru.

Menurut Bulek-sapaan Budi Leksono, belakangan ini marak terjadi tawuran antar geng di Surabaya. Gesekan melibatkan remaja dan pemuda itu berpotensi berkepanjangan hingga Nataru bila tidak dipetakan dan diredam.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Untuk itu dia meminta Pemkot Surabaya melalui dinas perhubungan (dishub) ikut memantau CCTV sekaligus memetakan lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya para gengster.

"Dishub kan punya CCTV. Nah itu dimanfaatkan secara betul, di mana titik-titik yang menjadi ajang berkumpulnya anak muda yang berpotensi gesekan. Jika ada yang belum terekam, tambah CCTV di kawasan itu," ujar Bulek, Selasa (21/12/2021).

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Bulek juga meminta agar Satpol PP dan Linmas siaga di lokasi-lokasi bekas tawuran membantu Polri dan TNI. Seperti di wilayah Manukan dan Sukomanunggal yang sering menjadi lokasi tawuran.

"Juga ada Command Center 112 yang setiap saat menerima laporan warga. Sehingga dari laporan tawuran maupun kejahatan yang masuk, Satpol PP dan Linmas bisa difokuskan di titik-titik rawan membantu polisi dan TNI," tambah Politisi PDI Perjuangan itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Selain itu, dia meminta penjagaan di setiap perbatasan Surabaya juga ditingkatkan.

"Jalan-jalan tikus keluar masuk Surabaya juga jangan sampai lolos," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.