Pemkot Surabaya Diminta Bantu Polri-TNI Petakan Titik Rawan Tawuran saat Nataru
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Selasa, 21 Des 2021 21:58 WIB
Surabaya - Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono meminta pemerintah kota (pemkot) membantu Polri dan TNI untuk memetakan titik rawan tawuran hingga kejahatan selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru.
Menurut Bulek-sapaan Budi Leksono, belakangan ini marak terjadi tawuran antar geng di Surabaya. Gesekan melibatkan remaja dan pemuda itu berpotensi berkepanjangan hingga Nataru bila tidak dipetakan dan diredam.
Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi
Untuk itu dia meminta Pemkot Surabaya melalui dinas perhubungan (dishub) ikut memantau CCTV sekaligus memetakan lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya para gengster.
"Dishub kan punya CCTV. Nah itu dimanfaatkan secara betul, di mana titik-titik yang menjadi ajang berkumpulnya anak muda yang berpotensi gesekan. Jika ada yang belum terekam, tambah CCTV di kawasan itu," ujar Bulek, Selasa (21/12/2021).
Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut
Bulek juga meminta agar Satpol PP dan Linmas siaga di lokasi-lokasi bekas tawuran membantu Polri dan TNI. Seperti di wilayah Manukan dan Sukomanunggal yang sering menjadi lokasi tawuran.
"Juga ada Command Center 112 yang setiap saat menerima laporan warga. Sehingga dari laporan tawuran maupun kejahatan yang masuk, Satpol PP dan Linmas bisa difokuskan di titik-titik rawan membantu polisi dan TNI," tambah Politisi PDI Perjuangan itu.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan
Selain itu, dia meminta penjagaan di setiap perbatasan Surabaya juga ditingkatkan.
"Jalan-jalan tikus keluar masuk Surabaya juga jangan sampai lolos," tandasnya.
Editor : Narendra Bakrie