Minggu, 07 Jun 2026 06:27 WIB

Usai Banjir Bandang, BMKG Banyuwangi: Tetap Waspada

  • Penulis :
  • | Senin, 25 Jun 2018 16:21 WIB
Salah satu aliran air di Banyuwangi/Foto: istimewa
Salah satu aliran air di Banyuwangi/Foto: istimewa

jatimnow.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi memprediksi hujan masih akan terus mengguyur kawasan Banyuwangi hingga Juli. Hal itu disampaikan Kepala BMKG Banyuwangi, Supriyono, Senin (25/6/2018).

"Bahkan, dua hari ke depan diperkirakan hujan lebat," kata Supriyono kepada media.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Menurutnya, cuaca hujan akibat anomali cuaca karena pengaruh kondisi global dan lokal. Seperti peningkatan uap air dan pengaruh muka laut. Di kawasan Banyuwangi sendiri  dibagi menjadi 7 zona musim.

Masing-masing zona mempunyai kondisi cuaca yang berbeda. Sebagian sudah masuk musim hujan, sebagian lagi sudah musim kemarau.

“Dari 25 kecamatan di Banyuwangi itu cuacanya berbeda-beda, jadi tidak bisa disamaratakan. Itulah makanya selama dua jam sekali pasti kami update perkembangannya,” ungkapnya.

Dari pantauan BMKG, wilayah yang sering terjadi hujan adalah kawasan dataran tinggi, terutama di sekitar pegunungan. Antara lain Kecamatan Kalipuro, Licin, Glagah, Songgon, Sempu, Kalibaru dan Glenmore. Kesemua wilayah itu berada di kawasan pegunungan Ijen dan Raung.

“Songgon dan Glenmore pada dekade tiga bulan Juli masih dalam kategori musim hujan.  Nah, untuk musibah banjir Jumat lalu itu memang karena intensitas hujan tinggi di kawasan Hulu Gunung Raung. Sedangkan di kawasan hilir intensitasnya sangat kecil,” ungkapnya lagi.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Untuk itu, Supriyono menghimbau  masyarakat yang berada di sepanjang bantaran sungai yang mengalami banjir bandang beberapa hari lalu, agar selalu waspada. Karena hujan yang deras bisa saja menggerus tanah di bantaran sungai dan mengakibatkan longsor. 

“Hati-hati karena potensi hujan lebat masih ada,” tegasnya.

BMKG juga meminta kepada masyarakat khususnya nelayan di perairan selatan Banyuwangi agar waspada terhadap gelombang laut yang tinggi. 

“Perairan selatan gelombangnya bisa mencapai 3 sampai 4 meter, sedangkan Selat Bali 0.3 hingga 1 meter,” tandasnya. 

Baca Juga: Pemkab Tulungagung Galang Donasi Bencana Sumatra, Terkumpul Ratusan Juta

 

Reporter: Irul Hamdani

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.