Kamis, 11 Jun 2026 21:23 WIB

Gemas Jatim Tuntut Presidential Threshold Turun Jadi 0 Persen

Gemas Jatim tuntut MK hapus presidential threshold. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Gemas Jatim tuntut MK hapus presidential threshold. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat (Gemas) Jawa Timur menuntut Mahkamah Konstitusi (MK) menghapuskan aturan ambang batas (Presidential Threshold) 20 persen menjadi 0 persen, Minggu (19/12/2021).

Mereka menduga adanya persekongkolan tentang pasal ambang batas sebesar 20 persen yang dianggap menciderai demokrasi lantaran menghilangkan norma keadilan dalam kebebasan masyarakat memilih pemimpin.

Baca Juga: Dimanakah Ibukota Indonesia yang Sebenarnya?

"Pasal ambang batas 20 persen sangat Inkonstitusional atau tidak sesuai amanah UUD 45, irasional (di luar nalar), Menghilangkan Norma Keadilan," ujar Juru Bicara Gemas Jatim Yoyok, Minggu (19/12/2021).

Ia menyebut, dari Survey yang dilakukan Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), sebanyak 80,4 persen warga Jawa Timur mengehendaki Presidential Threshold turun hingga 0 persen.

"Dasar kami melakukan ini adalah kami sudah ada survey di mana 80,4 persen warga Jatim menginginkan presidential threshold 0 persen," jelasnya.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Apalagi, pada Pasal 6 huruf a ayat (2) UUD 45 menyebutkan Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum. Bukan Presidential Threshold 20%.

"Bukan hanya sistem demokrasi, ini adalah oligarki yang saya bilang, jadi intinya adalah Gemas ini menampung aspirasi saudara-saudara kita di Jawa Timur agar parlemen threshold ini kan pebih menarik kalau 0 persen," imbuhnya.

Dari Surabaya, pihaknya berjanji akan melakukan aksi selanjutnya di beberapa wilayah kota dan kabupaten di Jawa Timur.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

"Harapannya supaya Mahkamah Konstitusi atau MK goal-kan aksi kami, menyepakati keinginan kami, karena kami dari Gemas Jawa Timur membawa suara rakyat," tegasnya.

"Kami awal tahun mulai start untuk ke kota dan kabupaten di Jawa Timur dan kami akan melakukan survey secara nasional. Saya mulai per 2 Januari dari survey nasional ini dasar kita untuk ke MK bahwa ini keinginan bukan untuk warga Jawa Timur saja tapi dari seluruh nasional Indonesia," lanjutnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.