Selasa, 23 Jun 2026 03:19 WIB

Ning Ita Bangkitkan Budaya Majapahit di Bali dalam Event Apeksi Outlook

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) memperkenalkan kekayaan budaya Majapahit dalam event Apeksi Outlook yang digelar di Denpasar, Bali (Foto-foto: Dinas Kominfo Kota Mojokerto)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) memperkenalkan kekayaan budaya Majapahit dalam event Apeksi Outlook yang digelar di Denpasar, Bali (Foto-foto: Dinas Kominfo Kota Mojokerto)

Bali - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita memperkenalkan kekayaan budaya Majapahit dalam event Asosisasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Outlook yang digelar di Denpasar, Bali.

Sebab, Bali memiliki sejarah kedekatan dengan Majapahit. Bahkan sebagian masyarakat Bali mempercayai dirinya memiliki darah majapahit, khususnya kalangan tri wangsa.

Baca Juga: Besutan Melangkah ke Jakarta, Bawa Misi Menyelamatkan Ludruk

"Masyarakat Bali ada korelasi sejarah dengan masyarakat Kota Mojokerto yakni sama-sama keturunan Majapahit. Karena terbukti berbagai warisan budaya yang ada di Bali ini sama persis yang ada di Mojopahit kala itu," ungkap Ning Ita saat meninjau Stand Exhibision Dekranasda Kota Mojokerto, di Segara Village, Sanur, Denpasar, Sabtu (18/12/2021).

Menurut Ning Ita, kedekatan itu tak hanya dari hubungan darah, tapi juga diimplementasikan ke desain arsitektur Bali yang menyerupai desain arsitektur majapahit saat itu.

"Bangunan di Bali rata-rata menggunakan batu bata merah. Ini kan sama persis dengan candi-candi peninggalan kerajaan Majapahit yang tersebar di Mojokerto. Ini yang menurut kami satu ikatan sejarah yang cukup kuat," tegasnya.

Ning Ita menambahkan, Kota Mojokerto dan Bali juga memiliki catatan sejarah nasional yang sama terkait keberadaan sang Proklamator, Soekarno.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) memperkenalkan kekayaan budaya Majapahit dalam event Apeksi Outlook yang digelar di Denpasar, Bali Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) memperkenalkan kekayaan budaya Majapahit dalam event Apeksi Outlook yang digelar di Denpasar, Bali

"Soekarno ini kan keturunan dari Bali, karena ibunda beliau berasal dari Bali. Pada Tahun 1907 hingga 1915, Soekarno kecil hijrah ke Kota Mojokerto mengikuti ayahnya yang bertugas sebagai pengawas di salah satu sekolah di Kota Mojokerto. Bahkan Soekarno kecil juga sempat menimba ilmu pendidikan dasar di sekolah Ongko Loro serta ILS," paparnya.

Jejak dua tempat Soekarno itu, sambung Ning Ita, sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Bahkan di dua sekolah yang saat ini berubah menjadi SDN Purwotengah dan SMP Negeri 2 Kota Mojokerto ini sudah dibangunkan patung Soekarno versi usia 12 tahun dengan pakaian khas akulturasi budaya Jawa dan Belanda.

Baca Juga: Tanpa Pamrih di Balai Pemuda

Ning Ita menyebut, ke depan SDN Purwotengah akan dijadikan sebagai galeri Soekarno dan programnya sudah masuk dalam Kemendikbudristek.

"Tahun depan akan mulai dibangun konten-konten digital yang bisa dijadikan sebagai tempat mendapatkan ilmu terkait Soekarno. Namun dengan cara yang lebih menarik supaya anak-anak generasi milenial lebih tertarik mempelajari sejarah," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.