Sabtu, 20 Jun 2026 20:50 WIB

13 Hari Pencarian, Operasi SAR Erupsi Gunung Semeru Dihentikan

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Jumat, 17 Des 2021 16:34 WIB
Basarnas akhirnya menghentikan pelaksanaan operasi SAR erupsi Gunung Semeru, Kamis (16/12/2021). (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)
Basarnas akhirnya menghentikan pelaksanaan operasi SAR erupsi Gunung Semeru, Kamis (16/12/2021). (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)

Surabaya - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akhirnya menghentikan pelaksanaan operasi SAR erupsi Gunung Semeru, Kamis (16/12/2021). Penutupan operasi ini hasil dari evaluasi bersama pihak keluarga yang belum ditemukan.

"Kami sepakat untuk menghentikan atau menutup operasi SAR yang sudah berlangsung selama 13 hari ini," kata Kepala Kantor SAR Surabaya, Hari Adi Purnomo, Jumat (17/12/2021).

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

Menurutnya, aspek efektifitas juga menjadi pertimbangan pihaknya dalam menutup operasi karena korban hidup dalam kondisi seperti itu sangat kecil kemungkinannya.

"Kalau ada informasi valid erupsi terjadi lagi serta kembali menelan korban jiwa, maka operasi otomatis kami gelar lagi," jelasnya.

Sesuai SOP, operasi SAR yang standarnya berlangsung selama tujuh hari telah diperpanjang dua kali tiga hari. Total, operasi SAR telah berlangsung selama 13 hari.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

Update operasi hari terakhir, tim SAR berhasil menemukan dua human body remains, masing-masing pada pukul 08.15 dan 08.30 WIB di sektor pencarian Dusun Curah Kobokan. Kedua bagian tubuh manusia tersebut telah dievakuasi ke RSUD Haryoto untuk keperluan identifikasi.

"Di hari terakhir, operasi sempat dihentikan sekitar pukul 10.00 WIB karena terjadi erupsi yang membahayakan tim SAR gabungan dari 126 potensi SAR dengan jumlah kurang lebih 350 personel," papar Hari.

Baca Juga: Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

Berdasarkan data dari SAR korban selamat dengan luka ringan sebanyak 82 orang dan luka berat 18 orang. Kemudian, meninggal di rumah sakit sembilan orang, di lokasi 48 orang, dan body part lima paket.

"Korban yang belum ditemukan sebanyak 36 orang," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.