Sabtu, 13 Jun 2026 03:51 WIB

Guru Besar Unesa Teliti Biji Karet Jadi Bahan Bakar Diesel

Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Dr I Wayan Susila. (Foto: Humas Unesa/jatimnow.com)
Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Dr I Wayan Susila. (Foto: Humas Unesa/jatimnow.com)

Surabaya - Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Dr I Wayan Susila, menemukan inovasi bahan bakar alternatif berbahan baku biji karet.

Inovasi itu merupakan hasil risetnya yang berjudul Biodiesel dari Bahan Baku Biji Karet. Biodiesel merupakan bahan bakar mesin diesel yang sebagian atau seluruhnya berasal dari bahan organik.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Prof Wayan mengungkapkan, selain bahan baku biodiesel berupa biji karet mudah ditemukan dan melimpah, temuan ini merupakan langkah strategis menghasilkan sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sebagai bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan data yang dihimpunnya, Indonesia merupakan negara pengahasil karet terbesar di dunia dengan total produksi mencapai 3,55 juta ton pada 2019. Luas perkebunan karet mencapai 3,4 juta hektar. Dengan demikian limbah biji karet pun melimpah.

Selain itu, setiap hektar ada 550 pohon karet dan setiap satu pohon bisa menghasilkan sekitar 100 buah. Sekitar 75% buah karet jatuh ke tanah dan biji segarnya ada sekitar 70%. Sementara yang dapat dipungut sekitar 80%.

Jika dirinci, berat biji karet segar setiap butirnya sekitar 3 gram. Dalam setahun, Indonesia bisa menghasilkan sekitar 689.834 ton biji karet segar. Dari data tersebut, setidaknya bisa menghasilkan biodiesel sekitar 137.966.000 liter pertahun.

“Indonesia punya perkebunan karet yang luas, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal," ujar Prof I Wayan Susila, Rabu (15/12/2021).

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Biji karet memiliki kelebihan karena mengandung karbohidrat tinggi yang dapat dijadikan bahan biodiesel. Proses produksi biji karet sebagai biodiesel non katalis memiliki metode yang lebih sederhana dibanding metode produksi biodiesel katalis.

Prosesnya dimulai dari pemungutan biji karet yang masih segar, lalu dilakukan proses pengupasan kulit dan dipress pada mesin hingga menghasilkan minyak biji karet yang memiliki asam lemak bebas tinggi, tetapi dapat diproses secara langsung karena tanpa menggunakan katalisator.

“Sedangkan dalam produksi biodiesel dengan metode katalis, tidak dapat langsung diproses karena dapat menyebabkan penyabunan. Ini juga yang menjadi keunggulan dari metode non katalis karena dapat dilakukan dengan lebih cepat,” tambahnya.

Baca Juga: Mendikdasmen Pantau TKA Hari Kedua di Surabaya

Menurutnya, metode non katalis memiliiki beberapa kelebihan sekaligus untuk mengatasi kelemahan metode katalis, kadar airnya rendah dan pun waktu produksi lebih singkat.

Penelitian lanjutan biodiesel dari bahan biji karet telah disesuaikan dengan standar Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi No 189 K tahun 2019.

“Ke depannya, Unesa diharapkan dapat bekerja sama dengan PTPN XII untuk pengembangan lebih lanjut biodiesel dengan bahan baku biji karet ini. Unesa sebagai penyedia teknologi dan PTPN XII sebagai penyedia bahan baku. Kami juga berharap ke depannya dapat mematenkan penemuan ini,” tutupnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.