Minggu, 14 Jun 2026 12:47 WIB

Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan, Warga di Ponorogo Kumpulkan Sumbangan

Warga mengumpulkan sumbangan untuk perbaikan jalan  rusak. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Warga mengumpulkan sumbangan untuk perbaikan jalan rusak. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo turun ke jalan untuk mengumpulkan sumbangan perbaikan jalan yang rusak parah, Senin (13/12/2021). Jalan tersebut merupakan penghubung antara Kecamatan Sukorejo dan Kecamatan Kauman.

Warga membawa kardus bekas untuk menampung sumbangan pengguna jalan yang melintas. Di lokasi jalan rusak, terpampang tulisan 'Ayo uwul, semen, pasir, koral. Gawe ngecor' (ayo iuran untuk membeli semen, pasir, koral. Gunanya untuk mengecor jalan).

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Aksi ini dilakukan oleh sinoman atau karang taruna Desa Golan," ujar Gandit (30) salah seorang warga di lokasi.

Menurut Gandit, karang taruna sengaja turun ke jalan sebagai bentuk kepedulian. Apalagi jalan sepanjang 15 meter tersebut sudah rusak setahun belakangan hingga sering menyebabkan kecelakaan.

"Ini aksi spontan kami menggalang dana atau wul-wulan istilahnya. Untuk pengecoran," tambahnya.

Baca Juga: 55 Ruas Jalan Lamongan Sepanjang 35 Km Masuk Prioritas Perbaikan

Saat musim penghujan tiba, jalanan berlubang tergenang air. Pengendara yang tidak waspada, tak jarang jatuh terperosok.

"Sering terjadi. Karena tergenang air, dikira tidak berlubang. Ya ada yang parah ada yang tidak. Kebanyakan parah," jelasnya.

"Ya itu tadi spontan. Terlepas pemerintah desa sudah mengajukan perbaikan atau belum ya," imbuhnya.

Baca Juga: Pemkab Jember Percepat Perbaikan Jalan di 10 Titik Prioritas Jelang Arus Mudik Lebaran

Meski demikian, lanjut Gandit, Pemkab Ponorogo pernah melakukan perbaikan. Sama halnya warga yang melakukan penambalan jalan secara swadaya pada Idul Fitri tahun 2021.

"Ya kalau dana (sumbangan pengguna jalan) sudah cukup, kami berhenti meminta sumbangan. Tapi kalau belum cukup ya lanjut," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.