Sabtu, 13 Jun 2026 09:31 WIB

Plastik Bekas Antarkan Desa Banjasari Masuk Program Desa Berdaya Jatim 2021

Wiwik Pujiati memamerkan salah satu produk tas yang terbuat dari plastik bekas (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Wiwik Pujiati memamerkan salah satu produk tas yang terbuat dari plastik bekas (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Gresik - Wiwik Pujiati bersama beberapa ibu anggota bank sampah Binar Sekar Buana, Perumahan Banjarsari Asri, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, tampak membersihkan halaman rumah produksi limbah plastik. Mereka baru saja menimbang hasil plastik yang dikumpulkan dari warga setempat.

Wiwik lantas mempersilahkan jatimnow.com masuk ke rumah produksi tersebut. Beberapa anggota memulai mengerjakan tugasnya masing-masing seperti memilah plastik, membersihkan, menyeterika, mengelem, menjahit, hingga bagian finishing.

Baca Juga: Danantara Indonesia Bentuk Perusahaan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

"Kalau saya bagian mendesain," kata Wiwik Pujiati, kepada jatimnow.com, Senin (13/12/2021).

Wiwik menjelaskan, awalnya tahun 2018 kelompok bank sampah di perumahan ini dibina oleh bank sampah desa namanya BSBB (Bank Sampah Banjasari Bersama) yang merupakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun setahun lalu kelompok bank sampah perumahan Banjarsari Asri mendirikan bank sampah Binar Sekar Buana.

“Bank sampah Binar Sekar Buana ini adalah bank sampah tingkat dusun, kalau induknya tetap BSBB. Mereka membantu kami dalam hal pengembangan dan marketing,” ucapnya.

Selama setahun produksi Binar Sekar Buana telah menghasilkan beragam produk kreatif yang diciptakan dari berbagai plastik bekas mulai dari tas plastik, kemasan bekas detergen, pewangi dan sebagainya. Produk tersebut antara lain berupa berbagai jenis tas, dompet, sandal, rompi, tempat jas hingga souvenir unik.

“Alhamdulillah, saat ini anggota kami sudah mencapai belasan orang. Kalau hasil produksinya rata-rata perbulan bisa mencapi 35 hingga 50 item. Kebanyakan memang tas dan dompet,” jelas Wiwik.

Sementara itu pengurus BUMDes Nurti Zubaidah mengatakan produk yang dihasilkan oleh ibu-ibu warga Desa Banjarsari ini banyak diminati pasar. Hal itu dikarenakan poduknya memang berkualitas mulai material, desain serta pengerjaannya. Bahkan saat dicoba dipasarkan ke Belanda, produk ini mendapat respon positif.

Baca Juga: Bupati Gresik Komitmen Perkuat Fokus Pelayanan Dasar Bagi Masyarakat

“Saya punya teman seorang perawat yang menikah dengan dokter di Belanda. Saat dia kembali ke Belanda seusai mudik dari sini, ia membawa puluhan produk tas berbahan plastik bekas. Ternyata di sana banyak diminati,” ujar Nurti.

Ibu-ibu anggota bank sampah Binar Sekar Buana, Perumahan Banjarsari Asri, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. (Foto: Sahlul Fahmi)Ibu-ibu anggota bank sampah Binar Sekar Buana, Perumahan Banjarsari Asri, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. (Foto: Sahlul Fahmi)

Perempuan 50 tahun itu mengungkapkan, menurut keterangan yang didapat dari temannya yang di Belanda, orang-orang di sana punya kebanggan sendiri saat mengenakan bahan yang dihasilkan dari daur ulang, terutama sampah plastik. Sebab dengan menggunakan produk daur ulang plastik berarti turut mendukung kampanye pengurangan sampah plastik.

“Sebagai bentuk dukungan kami kepada kampanye pengurangan sampah plastik, kami tempelkan stiker bertuliskan Go Green pada setiap kemasan produk kami,” bebernya.

Baca Juga: Resmikan Dekranasda Fest 2025, Ini Harapan Bupati Gresik

Sedang untuk strategi pemasaran pasar lokal, selain menggunakan media sosial, pihak BUMDes Banjasari rajin mengikuti even maupun pameran produk UMKM baik yang digelar oleh instansi pemerintah maupun swasta.

Nurti menambahkan berkat produk-produk berbahan plastik bekas karya ibu-ibu warga Desa Banjarsari ini kini Desa Banjarsari masuk menjadi salah satu dari 14 desa di Jawa Timur yang terpilih dalam Program Desa Berdaya Jawa timur 2021.

“Sebenarnya saat mengikuti Program Desa Berdaya Jatim 2021, mengajukan 3 jenis produk yakni rengginang, bandeng olahan dan produk berbahan limbah plastik. Tapi akhirnya yang terpilih adalah produk berbahan plastik bekas,” tutup Nurti.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.