Senin, 15 Jun 2026 22:35 WIB

Jerit Tangis Satimah Melihat Rumahnya Ludes Tertimbun Abu Vulkanik Semeru

Satimah hanya bisa menemukan dua bingkai foto keluarga di rumahnya yang hancur. (Foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)
Satimah hanya bisa menemukan dua bingkai foto keluarga di rumahnya yang hancur. (Foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)

Lumajang - Tangis Satimah merebak saat mengetahui rumahnya di Dusun Renteng Bondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, ludes tertimbun abu vulkanik akibat erupsi Semeru, Sabtu lalu.

Sejak Semeru memuntahkan APG, ia dan keluarga segera meninggalkan rumah dan baru melihat kondisi terkini ditemani sejumlah relawan, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Baru sekarang saya bisa melihat kondisi rumah saya, kemarin tidak diperbolehkan petugas," kata Satimah, histeris.

Satimah bersama suami Fadli Tahe, mencoba masuk ke dalam rumah yang nyaris rata dengan tanah. Fadli hanya menemukan dua foto keluarga yang terbingkai.

"Itu foto keluarga saya, kemarin saya belum bisa melihat ternyata seperti ini kondisinya," imbuhnya sedih.

Satimah bercerita bagaimana ganasnya APG yang menerjang desanya Sabtu sore. Menurutnya, saat kejadian, ia bersama suami berusaha menyelamatkan anaknya dan bergegas meninggalkan rumah ke lokasi pengungsian.

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

"Waktu itu langsung naik motor menuju ke tempat pengungsian. Semua orang panik waktu itu," jelasnya.

Sepuluh menit setibanya di pos pengungsian, Satimah menerima kabar bila dusunnya sudah hancur tertimbun abu vulkanik.

"Saya tidak bisa membayangkan begitu sangat cepat lahar itu datang," tegasnya.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

Meski merasa terpuruk, Satimah bersyukur keluarganya bisa selamat.

"Banyak harta benda di dalam rumah termasuk uang milik saya juga ikut terkubur," pilunya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.