Sabtu, 20 Jun 2026 08:03 WIB

Dua Desa di Lumajang Masuk Zona Merah, Pos Pengungsian dan Dapur Umum Direlokasi

Wabup Lumajang Indah Amperawati Masdar (bermasker oren) saat di Kantor Pos Pantau Gunung Api. (Foto: Mahfud Hidayatullah)
Wabup Lumajang Indah Amperawati Masdar (bermasker oren) saat di Kantor Pos Pantau Gunung Api. (Foto: Mahfud Hidayatullah)

Lumajang - Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar, memastikan semua aktivitas mitigasi yang berada di zona merah pasca erupsi Gunung Semeru, akan direlokasi ke zona putih, Senin (6/12/2021).

Hal ini merujuk hasil rapat bersama Kepala Badan Geologi Kementrian ESDM, Eko Budi Lelono dan Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Menurut Indah, Desa Sumberwuluh dan Desa Supiurang harus terbebas dari aktivitas karena masuk dalam zona merah. Zona ini masih sangat memungkinkan terdampak awan panas guguran (APG) susulan dari material erupsi Gunung Semeru.

"Tidak boleh ada pengungsian di sana dan aktivitas lain. Ntah dapur umum atau apapun," ujar Indah di Pos Pantau Gunung Api Semeru.

Indah megimbau bagi masyarakat yang masih bertempat tinggal di dua desa masuk zona merah agar segera mengungsi. Untuk diketahui, masih terdapat sejumlah warga menolak mengungsi karena rumahnya tidak terdampak APG.

"Sebaiknya mengungsi meski tidak kena lahar panas. Ini mutlak, karena petanya begitu," tegasnya.

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

Dalam waktu dekat, Pemkab Lumajang dan jajaran akan merelokasi dapur umum dan segala bentuk aktivitasnya ke Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro dan Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, mengingat dua lokasi ini masuk wilayah zona putih.

"Sedangkan Kecamatan Pronojiwo ada beberapa desa yang berada pada zona kuning, itu juga akan kami instruksikan kepada kepala desanya (direlokasi)," jelasnya.

"Dalam satu dua hari semua dapur umum dalam zona berbahaya akan dipindah. Pengungsian dipindah ke zona putih di Desa Penanggal Candipuro dan Desa Pasirian," imbuhnya.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

Terkait material erupsi yang masih menimbun rumah dan fasilitas umum di dua desa zona merah, Indah menyebut akan melakukan pembersihan begitu pos pantau gunung api mengeluarkan keputusan.

"Pembersihan menunggu keputusan dari pos pantau, jika pos pantau mengatakan masih berbahaya maka tidak akan dibersihkan," tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.