Rabu, 17 Jun 2026 14:38 WIB

DPR RI Desak Polri Usut Tuntas Kasus RB yang Sebabkan NW Bunuh Diri

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. (Foto: Republika)
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. (Foto: Republika)

jatimnow.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak agar Polri mengusut tuntas kasus oknum polisi RB yang menjadi pemicu NW bunuh diri di dekat makam ayahnya di Mojokerto.

Ia menilai kepolisian memang telah menunjukan ketegasannya dalam kasus ini.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Tentunya kepolisian dalam hal ini sudah cepat dalam menindak dan menangkap Randy Bagus serta menetapkannya sebagai tersangka. Kapolri juga sudah sampai turun tangan langsung dan telah menyatakan bahwa institusinya akan terus mengusut kasus ini, jadi ini tentunya suatu langkah cepat dan tegas dari kepolisian," kata Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/12/2021).

Namun demikian, polisi harus terus melakukan penyelidikan terkait dugaan tindakan kriminal lainnya yang dilakukan oleh RB. Hal ini karena adanya indikasi pemaksaan dan pemerkosaan yang dilakukan RB terhadap korban.

"Walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka atas perilaku aborsi, saya tetap meminta kepolisian untuk terus melanjutkan penyelidikan, jangan sampai berhenti di sini saja. Karena dalam kasus ini ada indikasi pemaksaan dan pemerkosaan yang kemungkinan terjadi. Harus diusut juga itu," ujarnya.

Baca Juga: Sebelum Tenggak Racun, NW Sempat Curhat ke Petugas WCC

Politikus Partai NasDem itu meminta kepolisian mengumpulkan bukti-bukti terkait. Selain itu kepolisian juga diharapkan mencari tahu sudut pandang dari keluarga korban yang dinilai lebih paham dengan kondisi NW.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Tebar Kurban untuk Warga Surabaya dan Sidoarjo

"Begitu juga dengan berbagai tulisan digital korban yang selama ini beredar," ucapnya.

Sahroni juga menyoroti terkait laporan korban yang diduga diabaikan oleh Propam. Menurutnya jika laporan tersebut benar diabaikan maka hal itu dinilai sangat berbahaya.

"Jadi polisi harus mengecek, pasti ada datanya terkait laporan korban. Dilihat siapa bagian yang menangani dan harus dibuka secara terang-benderang. Jadi saya rasa pihak yang terlibat tidak hanya pelaku tapi memang ada pengabaian sistematis. Jadi tolong bisa dicek," tegasnya.

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

Baca Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.