Senin, 22 Jun 2026 23:07 WIB

Tiga Tahun Bawa Kota Mojokerto Lebih Maju, Ning Ita Gelar Selawat Akbar

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menggelar selawat akbar bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Gedung Bustanul 'Asyiqin Majlis Ahbaabul Musthofa, Kota Solo. (Foto: Achmad Supiyadi)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menggelar selawat akbar bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Gedung Bustanul 'Asyiqin Majlis Ahbaabul Musthofa, Kota Solo. (Foto: Achmad Supiyadi)

jatimnow.com - Bentuk wujud syukur karena berhasil membawa Kota Mojokerto lebih maju dan sejahtera dalam tiga tahun terakhir, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menggelar selawat akbar bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Gedung Bustanul 'Asyiqin Majlis Ahbaabul Musthofa, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Sabtu (4/12/2021) malam.

Hadir mendampingi Ning Ita, sapaan akrab wali kota Mojokerto, yakni sang suami Supriyadi Karima Syaiful, unsur Forkompimda serta Gusti Kanjeng Ratu Pakoe Boewono, permaisuri PB XIII Hangabehi.

Baca Juga: Kisah Bu Diyem, 55 Tahun Mendorong Gerobak Jamu hingga Baitullah

Acara yang diselenggarakan secara luring dan daring ini juga diikuti beragam elemen masyarakat Kota Mojokerto. Mulai dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Mojokerto, santri, dan Syechker Mania di seluruh Indonesia.

"Sudah tiga tahun ini kami berupaya maksimal mewujudkan satu demi satu yang kami janjikan (saat kampanye) untuk kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto. Meskipun di tengah perjalanannya, ada ujian besar berupa pandemi Covid-19. Tapi itu tidak menyurutkan semangat kami untuk terus berinovasi menjadikan Kota Mojokerto menjadi kota yang berdaya saing tinggi," kata Ning Ita.

Untuk mencapai target itu, Ning Ita mengaku butuh sinergi berbagai pihak. Berupa gotong royong dan kesamaan persepsi antarpihak.

Ning Ita juga menyoroti erupsi Gunung Semeru. "Hari ini (Sabtu) saudara-saudara kita di Lumajang dan sekitarnya mendapat musibah. Gunung Semeru meletus. Kami terus mengupdate info soal korban terdampak musibah itu. Melalui salawat ini, kami bersama Habib Syech mendoakan saudara-saudara kita di Lumajang dan sekitarnya," lanjutnya.

Ia berharap, masyarakat Kota Mojokerto dan rakyat Indonesia diberi kekuatan untuk menghadapi berbagai bencana yang terjadi. Mulai dari bencana alam sampai wabah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Minta Wali Kota Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat

Melalui selawat akbar tersebut, Ning Ita juga berdoa agar Indonesia menjadi negara yang sejahtera, khususnya Kota Mojokerto dan selalu diberi keselamatan dalam mengemban amanah. "Semoga kita semua mendapat berkah dan syafaat Rasulullah. Aamiin," ujarnya.

Habib Syech turut mendoakan seluruh elemen masyarakat Kota Mojokerto senantiasa diberkahi Allah SWT menjadi kota yang sejahtera dan selalu mengingat Allah di setiap menghadapi berbagai persoalan.

Habib Syech berpesan kepada jajaran pejabat Kota Mojokerto agar selalu mencontoh ajaran Nabi Muhammad dalam memimpin. Setinggi apapun kedudukan pejabat, Habib Syech menekankan jangan sekali-kali merasa besar. Sebab orang yang paling besar hanyalah Muhammad. Maka para pejabat ini wajib mengikuti cara Rasulullah dalam memimpin bangsa ini.

"Sudah pasti sukses karena Nabi Muhammad sudah mengajarkan apapun. Tidak ada yang tertinggal. Jadi kita tidak perlu mencari metode lain. Cukup mencontoh Nabi Muhammad," tegasnya.

Baca Juga: Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro Tinjau Gerakan Pangan Murah

Ditambahkan Habib Syech, kunci sukses manusia adalah mengikuti kesuksesan Nabi Muhammad. Caranya, membaca akhlak mulia Nabi Muhammad. Salah satunya, tidak pernah mengucap atau mengerjakan sesuatu kecuali hal baik.

“Tidak sekalipun lisan menyakiti orang lain. Dan selalu mendoakan orang lain dengan doa yang baik. Tidak perlu iri dengan pencapaian orang lain," pungkasnya.

Selawat akbar tiga tahun kepemimpinan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari ditutup dengan doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.