Senin, 22 Jun 2026 11:54 WIB

Common Seas Indonesia Luncurkan Popok Kain untuk Atasi Sampah Sungai Brantas

  • Penulis :
  • | Rabu, 01 Des 2021 18:51 WIB
Acara The First Affordable and Circular Diapers Program di Gedung PC Muslimat NU. (Foto: Shella Shofiyannajah/jatimnow.com)
Acara The First Affordable and Circular Diapers Program di Gedung PC Muslimat NU. (Foto: Shella Shofiyannajah/jatimnow.com)

Surabaya - Dalam rangka mengurangi penggunaan sampah plastik yang mencemari Sungai Brantas, Common Seas Indonesia meluncurkan popok yang bisa digunakan berkali-kali pada acara The First Affordable and Circular Diapers Program di Gedung PC Muslimat Nahdatul Ulama (NU), Rabu (1/12/2021).

Acara yang dihadiri Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins, menyerukan kepada semua perusahaan Inggris di Indonesia untuk membantu Common Seas Indonesia dalam segi finansial maupun dukungan operasional.

Baca Juga: Pencari Ikan yang Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Tewas

“Saya memuji Common Seas atas kerja mereka yang mengesankan untuk mengatasi polusi plastik bersama dengan masyarakat setempat, untuk menjaga Indonesia tetap indah dan melindungi kehidupan laut kita," ujar Owen Jenkins.

"Proyek-proyek mereka juga meningkatkan mata pencaharian di Jawa Timur. Ini merupakan solusi yang menguntungkan semua pihak, bagi kehidupan manusia dan laut," tambahnya.

Bekerja sama dengan Ibu-Ibu PC Muslimat NU, Common Seas tidak hanya memproduksi popok kain ramah lingkungan, juga berupaya untuk menghindari 29,2 juta popok sekali pakai. Sekaligus menciptakan lebih dari 100 pekerjaan, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat dengan total 9 juta USD, melalui penghematan biaya dari menghindari pembelian popok.

Baca Juga: Warga Tulungagung Hilang saat Berburu Ikan Mabuk di Sungai Brantas

Chief Operating Officer Common Seas Indonesia, Celia Siura mengatakan, sungai Brantas adalah sumber kehidupan Jawa Timur, tetapi penuh dengan polusi terutama barang-barang plastik.

“Popok sekali pakai adalah barang yang sering saya temukan di Sungai Brantas. Diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut,” papar Celia.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

“Kita semua bergantung pada sungai untuk kehidupan kita, jadi ada banyak permintaan untuk membuat segalanya lebih baik. Saya bangga menjadi bagian dari Common Seas Indonesia. Saya akan berusaha sebaik mungkin agar kami dapat memberikan dampak positif untuk Sungai Brantas dan masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Reporter: Shella Shofiyannajah

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.