Jumat, 19 Jun 2026 05:08 WIB

Kelabui 4 Warga Kota Madiun Masuk CPNS, Pria asal Riau Raup Rp 1 Miliar Lebih

Penipu penerimaan CPNS di Kota Madiun
Penipu penerimaan CPNS di Kota Madiun

Kota Madiun - NK (45), warga Provinsi Riau ditangkap Satreskrim Polres Madiun Kota setelah menipu 4 korban dengan menjanjikan dapat diterima menjadi CPNS di Kota Madiun. Pelaku meraup Rp 1 Miliar lebih.

"Pelaku menjanjikan bisa memasukkan para korban menjadi CPNS di Kota Madiun," ujar Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Polres Madiun Kota Launching SPPG Winongo, Salurkan 3.800 Porsi MBG

Ia menjelaskan, tersangka melakukan aksinya pada Mei hingga Oktober 2019. Saat itu, pelaku bertemu dengan korban yang bernama Purwanto asal Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun

NK menjanjikan bisa meloloskan korban diterima CPNS dengan membayar Rp 250 juta per orang. Purwanto yang tertarik kemudian mengajak 3 rekannya.

"Jadi total kerugian atau uang masuk ke tersangka sekitar Rp 1 Miliar lebih. Jadi kalau dipukul rata, satu orang Rp 250 juta," paparnya.

Baca Juga: Korban Penipuan Penerimaan PPPK Lapor Polisi, Catut Nama Wabup Sidoarjo Terpilih

Oleh korban, uang kemudian diserahkan ke pelaku. Setelah lama menunggu, tidak satu pun dari mereka masuk sebagai PNS. Keempat korban kemudian melapor ke polisi.

Polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. Oleh polisi, tersangka telah dipanggil dua kali namun tidak datang. Polisi kemudian menjemput pelaku di rumahnya di Provinsi Riau.

"Tersangka kami tangkap di rumah istri keduanya," tegasnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Usul Rekrutmen PNS Jalur Afirmasi Keahlian Khusus, Begini Konsepnya

Dari hasil pemeriksaan, diketahui uang Rp 1 Miliar lebih yang diserahkan para korban ke tersangka telah habis untuk foya-foya.

"Dihabiskan foya-foya juga untuk menikah lagi dengan istri keduanya," ujarnya sambil menyebutkan pelaku dijerat Pasal 378 atau 372 dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.