Sabtu, 20 Jun 2026 15:25 WIB

Siap-siap! Skenario Transisi Energi Terbarukan 2060 Didominasi PLTS Atap

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Minggu, 28 Nov 2021 16:05 WIB
Penandatangan kontrak kerja sama PLTS Atap dengan PT Frina Lestari Nusantara.
Penandatangan kontrak kerja sama PLTS Atap dengan PT Frina Lestari Nusantara.

Surabaya - Skenario transisi energi menjadi pekerjaan rumah bagi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), demi mencapai target Net Zero Emission.

Hal ini disampaikan pada gelaran inovasi dan pertemuan khusus di subsektor energi baru, terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) melalui ajang The 10th Indonesia EBTKE ConEx 2021 yang dilaksanakan mulai 22 hingga 27 November 2021 secara virtual di Indo EBTKE ConEx Virtual Platform.

Baca Juga: SUN Energy Cetak Pemimpin Vokasi, Dorong SDM Unggul Sambut Indonesia Emas 2045

Dalam acara bertema “Energy Transition Scenario Toward Net Zero Emission”, salah satu skenario yang ditekankan sebagai kunci transisi energi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), khususnya PLTS Atap, karena teknologinya mudah diaplikasikan di segala area.

Gedung industri, perumahan, serta pemerintahan didorong untuk menggunakan PLTS Atap sebagai bagian dari program mitigasi perubahan iklim dengan penerapan teknologi ramah lingkungan yang rendah emisi karbon.

Rangkaian acara pembukaan EBTKE ConEx 2021 meliputi Renewable Energy Investment Day, di mana PT Utomo Juragan Atap Energi Surya Indonesia (UJASI) sebagai perusahaan penyedia solusi jasa PLTS nasional melalui merk dagang Utomo SolaRUV, hadir untuk melakukan penandatangan kontrak kerja sama PLTS Atap dengan PT Frina Lestari Nusantara.

Proses penandatanganan ini pun disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, serta didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Kementerian ESDM memaparkan, kapasitas dari pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia pada 2060 mendatang sebesar 617 gigawatt (GW). Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) akan mendominasi dengan kapasitas sebesar 398 GW.

Tren penggunaan PLTS Atap pun sudah terlihat mengalami peningkatan. Tahun 2018, konsumen PLTS Atap hanya 609 pelanggan. Tahun 2021, ternyata meningkat menjadi 4133 pelanggan. Masifnya penggunaan PLTS Atap akan mampu menghemat konsumsi batu bara hingga 3 juta ton per tahun.

Baca Juga: Jokowi Titipkan Kota Kediri ke Mbak Vinanda - Gus Qowim

Managing Director PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia (UJASI) Anthony Utomo, menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk terus mempromosikan energi terbarukan melalui penggunaan PLTS Atap yang terjangkau bagi masyarakat dan memiliki kualitas terbaik.

“Ke depan PLTS Atap akan semakin banyak permintaan. Barang-barang yang beredar pun akan semakin bervariasi dan bisa lepas dari pengawasan mana barang yang asli, mana yang abal-abal. Namun, para konsumen PLTS Atap SolaRUV tidak perlu khawatir karena dilindungi jaminan mutu kualitas produk komponen,” terangnya, Minggu (28/11/2021).

Seperti yang diketahui, PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia (UJASI) merupakan pioneer modul solar ber-SNI (Standar Nasional Indonesia) dengan nomor IEC 61215-1-1:2016, serta inverter bersertifikasi BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). Ini membuktikan bahwa PLTS Atap SolaRUV sangat mengandalkan kualitas produk dan jasa menghadapi era pasar energi terbarukan, khususnya segmentasi industri dan rumah tangga, yang digadang-gadang akan berkontribusi sebesar 3,6 gigawatt (GW) pada tahun 2025.

Penggunaan PLTS Atap SolaRUV dalam kegiatan operasional telah dilakukan oleh pelangganpelanggan dari sektor industri. Perusahaan tersebut telah berkomitmen dalam penggunaan energi bersih, seperti yang dilakukan oleh banyak industri lainnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Smelter Freeport, Pj Gubernur: Dongkrak Ekonomi Jatim

Demi mencapai target Net Zero Emission serta bauran Energi Baru Terbarukan (EBT), PT UJASI juga sangat percaya diri menyasar segmentasi rumah tangga.

Pasar diedukasi bahwa penggunaan PLTS Atap SolaRUV akan menghemat biaya listrik PLN hingga 30%, serta bisa balik modal hanya dalam kurun waktu 5-7 tahun. Ketika permintaan PLTS Atap semakin tinggi, tentu tenaga ahlinya bermunculan.

PT UJASI juga membuka peluang kemitraan dan mendorong tenaga ahli agar berani terjun ke bisnis PLTS Atap. Peluang kemitraan yang dimaksud adalah membuka gerai energi Juragan Atap Surya di daerah masing-masing.

Gerai energi Juragan Atap Surya bertujuan sebagai penyedia tenaga, penyedia jasa, dan perawatan terlatih guna pemanfaatan peluang usaha di bidang energi terbarukan dan katalisator penciptaan tenaga kerja hijau. Gerai energi Juragan Atap Surya telah beroperasi di Bali, dan selanjutnya difokuskan ke Provinsi Jawa Timur serta Jakarta.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.