Jumat, 12 Jun 2026 17:10 WIB

Jawa Timur Bangun Kerja Sama Water and Waste Management System dengan Belanda

Jawa Timur bangun kerja sama water and waste management system dengan Belanda.
Jawa Timur bangun kerja sama water and waste management system dengan Belanda.

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Kerajaan Belanda untuk Indonesia Mr Lambert Grijns di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengharapkan adanya kerja sama sistem pengelolaan air (Water Management System) dengan Kerajaan Belanda. Mengingat Kerajaan Belanda terkenal dengan pengelolaan air (water management) yang sangat baik.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

"Pemerintah Belanda memiliki water management system yang bagus. Kami harapkan ada penguatan dari tim yang ada di Jatim untuk water management system khususnya terkait sistem irigasi air,” ujar Khofifah di Grahadi, dalam keterangan diterima redaksi, Sabtu (27/11/2021).

Menurut Khofifah, kerja sama yang bisa dilakukan dalam manajemen air yaitu teknologi sistem irigasi sektor pertanian, perikanan dan perkebunan serta membangun energi terbarukan menggunakan sumber daya air (hydro power). Ini penting dilakukan mengingat Provinsi Jawa Timur memiliki sumber daya air yang saat ini terkanalisasi dalam beberapa bendungan.
"Beberapa bulan lalu Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tukul Pacitan dan Bendungan Bendo Ponorogo. Insya Allah dalam waktu dekat akan diresmikan Bendungan Tugu Trenggalek dan Bendungan Gongseng Bojonegoro. Potensi seperti ini bisa menjadi hydro power bagi energi terbarukan, perlu teknologi dan investasi untuk mengolahnya. Sehingga perlu kerja sama dengan pihak lain khususnya dengan Kerajaan Belanda terkait hal tersebut,” jelasnya.

Tak hanya teknologi untuk energi terbarukan melalui bendungan, lanjut Khofifah, kerja sama water management yang bisa dilakukan lainnya yaitu terkait pengolahan air yang siap dikonsumsi.

"Untuk membuat air bersih menjadi siap diminum membutuhkan teknologi. Apalagi sumber airnya dari sungai, masih terdapat zat polutan. Dengan demikian perlu teknologi mengubah air menjadi siap untuk diminum,” tutur gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Khofifah berharap adanya kerja sama dalam penanganan limbah (waste management). Penanganan ini menjadi concern berbagai negara. Ada yang bisa dilakukan seperti mengolah sampah menjadi listrik, pupuk, dan sebagainya.

"Di Jatim ini ada beberapa tempat pemrosesan akhir (TPA) yang bisa dilakukan kerja sama terkait waste management di Surabaya, Malang, Sidoarjo, dan Jombang,” kata Khofifah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur sejak tahun 2017-2021 neraca perdagangan Jawa Timur dengan Belanda senantiasa menunjukkan surplus bagi Jawa Timur.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Optimistis Produktivitas Gula Jatim Terus Meningkat

Khususnya untuk periode Januari-Oktober 2021 senilai US $ 312,24 juta dengan rincian nilai ekspor Jawa Timur ke Belanda sebesar US $ 453,24 juta dan nilai impor Jawa Timur dari Belanda sebesar US $ 100,41 juta.

"Terima kasih hubungan dagang antara Jatim dengan Belanda berjalan baik. Meskipun pandemi mengalami surplus untuk Jatim,” jelas Khofifah.

Beberapa komoditi ekspor non migas Jawa Timur ke Belanda antara lain berbagai produk kimia: lemak dan minyak hewan/nabati; kayu, barang dari kayu; dan bahan kimia organik. Sedangkan untuk impor Jawa Timur dari Belanda antara lain bubur kayu/pulp, plastik dan barang dari plastik, mesin-mesin/pesawat mekanik, dan perekat, enzim.

Selanjutnya, dari sisi investasi Belanda di Jawa Timur sejak Tahun 2010 sampai dengan triwulan 3 Tahun 2021, tercatat sebanyak 62 perusahaan dari Belanda di 22 kabupaten dan kota dengan nilai investasi US $ 5,1 miliar, dengan bidang usaha terbesar yaitu sektor industri listrik, gas dan air (Paiton Energy) di Kabupaten Probolinggo.

Sementara itu, Dubes Kerajaan Belanda Untuk Indonesia Mr Lambert Grijns mengatakan, Jawa Timur merupakan provinsi yang cukup penting bagi Belanda. Ada beberapa hal yang terpenting dilakukan untuk kerja sama seperti pendidikan, waste management dan renewable energy.

Baca Juga: Jenis dan Bobot Sapi Kurban Orang Nomor 1 di Jatim

"Dengan pertemuan dengan Ibu Gubernur, besar harapan kami untuk bisa mengembangkan lebih jauh lagi. Untuk water management, kami berharap bisa bekerja sama dengan Provinsi Jatim meliputi manajemen banjir, pengelolaan air bersih untuk bisa langsung dikonsumsi, serta renewable energy,” pungkasnya.

Turut mendampingi Kepala Bagian Kebudayaan dan Komunikasi Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, sekaligus sebagai Direktur Erasmus Huis Yolande Melsert, Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda di Surabaya Lily Jessica Tjokrosetio.

Sementara dari Pemprov Jatim hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jatim, Kepala Dinas PU SDA Provinsi Jatim, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Kepala DPMPTSP Provinsi Jatim, dan Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jatim.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.