Sabtu, 20 Jun 2026 04:25 WIB

Jumlah Balita Stunting di Surabaya Masih Tinggi, DPRD Minta Pemkot Kerja Keras

Ajeng Wira Wati serahkan bantuan ke keluarga balita stunting di Surabaya
Ajeng Wira Wati serahkan bantuan ke keluarga balita stunting di Surabaya

Surabaya - Wakil Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati mendatangi Rt 05 Rw 02, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, untuk menengok kondisi balita stunting.

Kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat balita dengan nama Surya itu juga menderita down syndrome.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Dalam kunjungannya, Ajeng didampingi Kasi Kecamatan, Kepala Kelurahan, Ketua RW dan Ketua RT, sekaligus membagikan paket sembako, vitamin, dan susu kepada keluarga Sriasih.

Menurut Ajeng, saat ini kasus Stunting di Kota Pahlawan masih tinggi bahkan berada di angka ribuan.

"Memang tidak semua stunting bersamaan dengan disabilitas dan down syndrome. Tetapi tetap harus diantisipasi apalagi ada efek baby boom saat Pandemi Covid-19," kata Ajeng, Kamis (25/11/2021).

Ia menegaskan perlu adanya sinergitas antar OPD dalam penanganan stunting di Surabaya. Sehingga tidak hanya Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya dan kelurahan yang harus kerja keras.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Apalagi keterpurukan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 mengancam kurangnya asupan gizi bagi para balita di Surabaya.

"Kasus stunting dengan disabilitas di masa pandemi saya harap tidak terpinggirkan. Pemkot harus perkuat kinerja, harus tetap diperhatikan. Kegiatan monitoring dari kader kesehatan saya harap tetap maksimal di masa pandemi," tegas politisi Gerindra itu.

Ajeng menyarankan kepada Pemkot Surabaya untuk lebih kerja keras menangani stunting di Surabaya. Jika perlu turun langsung di setiap kelurahan untuk mengedukasi para ibu.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Sehingga, terlepas asupan gizi dan permakanan yang disupport pemerintah, para ibu bisa mendapat edukasi yang cukup tentang pola asuh dan pencegahan stunting di Surabaya.

"Kasus stunting bisa diminimalisir dengan pendekatan keluarga. Dengan pentingnya merencanakan kehamilan, memperhatikan asupan gizi bumil dan memberikan ASI 2 tahun," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.