Jumat, 12 Jun 2026 19:25 WIB

80 Warga Kota Mojokerto Ikut Pelatihan Budidaya Maggot

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. (Foto: Istimewa)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. (Foto: Istimewa)

Mojokerto - Sebanyak 80 warga Kota Mojokerto mengikuti pelatihan budidaya maggot. Peserta merupakan perwakilan dari anggota karang taruna, TPST dan BSI Faskel. Pelatihan terbagi menjadi dua sesi dengan dihadiri oleh 40 peserta.

Pelatihan yang berlangsung di TPA Randegan tersebut merupakan upaya Pemkot Mojokerto untuk meningkatkan keikutsertaan warga dalam mengurangi sampah, terutama jenis organik di Kota Mojokerto.

Baca Juga: Lita Machfud Arifin Sulap Kandang Maggot Kampung Oase Surabaya Jadi Lebih Modern

"Dari budidaya Magot ini, tidak hanya membantu pemerintah mengurangi sampah, khususnya jenis organik, tapi juga bisa menambah penghasilan panjenengan," kata Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (22/11/2021).

Maggot, yang juga dikenal Black Soldier Fly (BSF), merupakan jenis ulat yang bisa mengurai sampah organik dengan cepat. Belakangan maggot makin populer untuk pakan ternak, seperti burung, ayam, bebek, bahkan ikan.

Sehingga tidak salah jika menyebut budidaya maggot akan membantu persoalan menumpuknya sampah sekaligus menjadi peluang untuk menambah pemasukan bagi masyarakat.

Perlu diketahui, belakangan kesadaran warga Kota Mojokerto untuk turut serta dalam pengurangan sampah memang mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pada tahun 2019, Bank Sampah Induk mampu mendaur ulang sampah hasil pemilahan masyarakat sebanyak 212,7 ton pertahun.

Baca Juga: Kisah Bu Diyem, 55 Tahun Mendorong Gerobak Jamu hingga Baitullah

Memasuki tahun 2020, angka tersebut turun menjadi 161,4 ton. Penurunan tersebut diprediksi akan berlanjut di tahun 2021 menjadi hanya 61,1 ton. Padahal jelas, dalam pengelolaan sampah, perlu kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Oleh karenanya, pelatihan maggot diharapkan dapat kembali menarik minat masyarakat untuk turut serta mengurangi volume sampah.

"Setelah panjenengan mendapat ilmunya, tentu nanti harus diimplementasikan. Saya mohon ada komitmen dari panjenengan untuk turut serta dalam mengurangi sampah," ungkap Ning Ita.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Minta Wali Kota Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat

Ke depannya, keikutsertaan warga dalam menciptakan Kota Mojokerto menjadi kota yang bersih dan sehat memang akan terus dibutuhkan. Terlebih jika Kota Mojokerto telah tumbuh menjadi kota pariwisata. Kebersihan menjadi nilai lebih yang dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berwisata di Kota Mojokerto.

Sebagai informasi, pada pelatihan magot kali ini, DLH selaku penyelenggara acara, mengundang Choirul Anwar dari KSM Popoku Berkah, Banyuwangi sebagai narasumber.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat tinjau pelatihan maggot.Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat tinjau pelatihan maggot.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.