Jumat, 12 Jun 2026 13:00 WIB

Mereka yang Lulus Tanpa Skripsi dalam Wisuda ke-47 UMSurabaya

Empat mahasiswa UMSurabaya diwisuda tanpa menjalani skripsi. (Foto: Istimewa)
Empat mahasiswa UMSurabaya diwisuda tanpa menjalani skripsi. (Foto: Istimewa)

Surabaya - Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) menggelar wisuda ke-47 secara hybrid, sejak Sabtu 20-22 November 2021. Dari ribuan mahasiswa yang menjalani wisuda, 4 di antaranya lulus tanpa skripsi.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Riska Rahayu (FKIP), Cindi Novita (FKIP), Rahman Timung (FH), dan Dian Lailatullaillah (FAI). Mereka dibebaskan dari pengerjaan skripsi setelah menerbitkan jurnal ilmiah Science and Technology Index (SINTA) 3 dan book chapter.

Baca Juga: Mahasiswa UIN KHAS Jember Sabet Juara Nasional Kreator Muda PMB PTKIN 2026

Wakil Rektor I UMSurabaya, M Ridwan menyampaikan, ada konsep konversi dalam rangka penyetaraan jurnal ilmiah dengan skripsi.

“Upaya ini sebagai bentuk komitmen UMSurabaya dalam menerapkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Keberadaan tugas akhir ini sangat bagus karena penelitian mahasiswa dapat teruji dengan baik. Oleh karenanya kami selalu mendorong mahasiswa untuk memproduksi jurnal sebanyak mungkin,” ujar M Ridwan, Minggu (21/11/2021).

Salah satu mahasiswa yang lulus tanpa skripsi, Riska Rahayu mengungkapkan pengerjaan jurnal dilaluinya dengan proses yang panjang, namun seru dan menyenangkan.

“Saya sendiri mengerjakan kurang lebih sekitar satu bulan, sementara proses publikasi dan verifikasi jurnal memakan waktu tiga bulan. Saya tertarik mencoba tugas akhir jurnal karena konkret dan kritis dalam proses pengerjaan maupun hasilnya," ujarnya.

Baca Juga: Guru Besar Umsura Dorong Pembelajaran Metakognitif, Ini Penjelasan Prof Lina

"Selain itu saya sudah mempelajari kasus untuk jurnal tersebut sejak menjadi mahasiswa baru. Sehingga hal tersebut memudahkan kita untuk mengerjakan tugas akhir," imbuhnya.

Ke depannya mahasiswa asal Bojonegoro tersebut berharap, kampus bisa mendorong mahasiswa untuk lebih berani berkarya melalui tugas akhir berupa jurnal. Di sisi lain para mahasiswa juga diharapkan bisa mengerti bahwa menulis jurnal merupakan hal yang seru dan menarik.

Rahman Timung Mahasiswa asal Alor NTT, berhasil menulis tiga jurnal dan satu book chapter yang berhasil dipublikasikan oleh fakultas.

Baca Juga: Umsura Kukuhkan Guru Besar Keperawatan, Usung Konsep Holistik

Ia mengaku, sejak awal masuk kuliah telah mempersiapkan dan tertarik pada dunia penelitian, namun tidak menyangka jika hasil penelitiannya diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi.

"Saya setuju kampus harus lebih menggiatkan mahasiswanya untuk menulis penelitian seperti ini. Jika hal tersebut tercipta dengan baik, maka akan menguntungkan keduanya, baik dalam penyelesaian tugas akhir maupun akreditasi jurusan,” pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.