Senin, 22 Jun 2026 09:21 WIB

Pembacokan di Kota Mojokerto Didasari Pesta Miras

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan saat rilis di Mapolres Mojokerto. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan saat rilis di Mapolres Mojokerto. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Pelaku aksi pembacokan yang berawal dari perkelahian di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto akhirnya ditangkap polisi. Adalah Mokhammad Bisri (42) yang tak lain warga setempat.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, korban merupakan keponakan dari pelaku Mokhammad Bisri.

Baca Juga: Pedagang Ayam di Malang Tega Bacok Teman, Ini Motifnya

Baca juga: Pembacokan di Kota Mojokerto, Polisi Buru Dua Pelaku

"Pelaku ini paman korban, dia ditangkap di Jombang. Kita juga amankan alat yang digunakan penganiayaan," kata Rofiq, Selasa (16/11/2021).

Aksi perkelahian itu, berawal dari pesta miras di depan rumah korban, kemudian terjadi percekcokan hingga berujung pembacokan.

"Percekcokan latar belakangnya adalah ucapan masalah tuduhan uang. Korban saat itu bersama bapaknya ada di situ sama-sama mengonsumsi miras dan terjadilah percekcokan dan penganiayaan," tukasnya.

Tersangka dituduh mencuri uang di tempat kerjanya. Tuduhan itu terus diucapkan oleh korban Sukis Eko Cahyono saat pesta miras berlangsung. Tersangka merasa kesal dan terjadilah perkelahian antara kedua tersangka dan korban.

Baca Juga: Warung Miras di Manyar Gresik Digrebek

Saat itu perkelahian sempat dilerai oleh mertua korban. Upaya tersebut tak membuahkan hasil. Mertua korban justru mendapatkan pukulan sebanyak 3 kali dari tersangka AT (DPO). Mengetahui mertuanya dipukul oleh AT, korban langsung melerai, namun dari belakang korban langsung dipukul oleh tersangka Mokhammad Bisri.

Kedua tersangka mengeroyok korban dengan tangan kosong. Perkelahian itu membuat tiang penyangga teras rumah korban roboh. Sebelum dibacok oleh tersangka Mokhammad Bisri, korban lari ke arah dapur untuk mengambil sebilah pisau.

"Dari arah depan tersangka MB sudah membawa pedang dan tersangka AT membawa sapu kayu, datang dari belakang. Korban dibacok pada bagian leher kiri hingga dada dan tangan kiri," paparnya.

Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Pelaku Penusukan Diringkus Satreskrim Polres Gresik

Setelah dilakukan penyidikan, polisi mendapati pedang yang dibuang ke sungai setelah digunakan pelaku melakukan pembacokan.

"Fakta di lapangan, kita melihat ada senjata tajam yang saat itu tidak kita temukan, tapi berdasarkan saksi-saksi dan warga yang menolong korban, membawa ke rumah sakit," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.