HKTI Jatim Ajak Warga Gresik Manfaatkan Sampah Rumah Tangga Jadi Eko Enzim
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Senin, 15 Nov 2021 16:52 WIB
Gresik - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melakukan pendampingan masyarakat untuk memanfaatkan sampah organik menjadi Eko Enzim di Gresik.
Berkolaborasi dengan Bank Sampah Melati Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, HKTI mengajak kepada masyarakat untuk memilah sampah plastik dan nonplastik, agar pemanfaatan sampah ini bisa disesuaikan.
Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan
Ketua HKTI Jatim Lia Istifhama mengatakan, Eko Enzim atau yang dikenal sebagai pengolahan sampah organik merupakan proses fermentasi seperti halnya pembuatan kompos. Pembuatan Eko Enzim dikenal sangat hemat dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pupuk rumah tangga.
Pembuatan Eko Enzim diproduksi melalui fermentasi limbah dapur organik (sisa makanan), gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu) dan air dengan perbandingan 3:1:10.
Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras
Proses fermentasi dalam pembuatan Eko Enzim berlangsung selama tiga bulan. Setelah itu cairan yang dihasilkan akan berwarna coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.
"Dalam hal ini, bagaimana konsep reuse, recycle dan reduce benar-benar teraplikasi di tengah masyarakat. Barang atau sampah rumah tangga diolah oleh bank sampah melati dan dimaksimalkan fungsinya melalui pengolahan kembali," tutur Lia, Senin (15/11/2021).
Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah
Li juga mengungkapkan, pemanfaatan sampah di Gresik bisa menjadi percontohan untuk daerah-daerah lain.
"Di bawah kepemimpinan Gus Yani, terbukti masyarakat mau lebih sadar terhadap pentingnya menjaga lingkungan," ucapnya.
Editor : Narendra Bakrie