Selasa, 16 Jun 2026 21:16 WIB

DPRD Ponorogo Bentuk Raperda Cegah Tingginya Angka Dispensasi Nikah

DPRD Ponorogo kebut pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) pencegahan pernikahan dini.
DPRD Ponorogo kebut pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) pencegahan pernikahan dini.

Ponorogo - DPRD Ponorogo lakukan pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) pencegahan pernikahan dini.

Tingginya angka pengajuan dispensasi nikah di Kabupaten Ponorogo, menjadi penyebabnya.

Baca Juga: Dihujani 12 Catatan Kritis, Begini Jawaban Pemkot Probolinggo Soal Raperda PKL

"Raperda pernikahan dini ini ada karena berangkat pada waktu melakukan publik hearing di Gedung Sasana Praja. Tingkat perceraian Ponorogo sangat tinggi," ujar Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto, Sabtu (13/11/2021).

Ponorogo, lanjut Sunarto, masuk ke dalam 5 besar angka pernikahan usia anak tertinggi dibanding kota dan kabupaten lain di Jawa Timur. Data ini sebagaimana informasi yang didapatnya dari berbagai pihak.

"Baik dari pengadilan agama, perceraian dan dispensasi nikah sangat tinggi. Jadi antara pernikahan dini dan perceraian itu ada korelasinya," jelasnya.

Baca Juga: Pengadilan Agama Kediri Perketat Izin Poligami, Tak Cukup Janji Manis

Angka perceraian paling tinggi rata-rata berasal dari Pekerja Migran Indonesia (PMI), yakni sebesar 25 persen dari total 2.000 perceraian yang terjadi. Anak dari pasangan yang bercerai, disebutnya paling rentan menjadi korban.

"Anaknya bisa melakukan pergaulan bebas karena tanpa pengawasan orang tua yang bercerai. Datanya seperti itu," tegas Sunarto.

Baca Juga: Hamil Duluan Jadi Alasan Paling Banyak Anak-anak di Kediri Ajukan Dispensasi Kawin

Dari 23 kecamatan, lanjut Sunarto, terdapat 4 hingga 5 kecamatan di tahun 2020 yang permohonan dispensasinya cukup tinggi. Antara lain Kecamatan Ngrayun, Sooko, dan Pulung.

"Tingginya angka dispensasi nikah itu harus dijawab dengan aturan daerah. Edukasi dampak kurang baik dari pernikahan dini. Makanya kami bentuk raperda inisiatif pencegahan pernikahan dini," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.