Jumat, 19 Jun 2026 06:50 WIB

Sadad Sebut Perjuangan Kemerdekaan Lahir dari Resolusi Jihad Tokoh NU

Anwar Sadad saat hadir dalam acara 'Haul Syuhada Pertempuran 10 November 1945' di Kantor PCNU Kota Surabaya
Anwar Sadad saat hadir dalam acara 'Haul Syuhada Pertempuran 10 November 1945' di Kantor PCNU Kota Surabaya

Surabaya - Salah satu Mustasyar Nahdlatul Ulama (NU) yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad bergabung dengan para kiai dan kaum nahdliyin untuk berdoa bersama dalam acara 'Haul Syuhada Pertempuran 10 November 1945' di Kantor PCNU Kota Surabaya.

Acara itu digelar untuk mengenang para pahlawan yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945 silam di Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Selain Sadad, sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut. Di antaranya KH Muchit Murtadlo, Prof KH Imam Ghozali Said, KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans), KH Mas Sulaiman Nur dan Dr KH Ahmad Muhibbin Zuhri.

Bagi Sadad, kehadirannya dalam acara itu merupakan cara menghidupkan spirit kepahlawanan para syuhada di era modern saat ini.

Dalam sambutannya, Sadad mengungkapan bahwa kontribusi ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan sangat besar.

"Pertempuran 10 November 1945 adalah ujian bagi kemerdekaan Indonesia yang belum seumur jagung. Kedatangan sekutu yang dipimpin Kerajaan Inggris datang dengan persenjataan lengkap dan modern sebagai pemenang perang dunia kedua," tutur Sadad, Jumat (12/11/2021).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Kemenangan itu ditandai saat arek-arek Surabaya berhasil meredam ancaman dan serangan sekutu, meskipun mengorbankan ratusan ribu jiwa dalam insiden itu.

Selain perjuangan fisik, mobilitas massa hingga ide gerilya perang dari para tokoh NU menjadi spirit para arek-arek Surabaya.

"Spirit perjuangan rakyat Surabaya dan Jawa Timur untuk melawan sekutu tumbuh antara lain karena Fatwa Jihad Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari," papar Ketua Gerindra Jatim itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Menurut Sadad, Fatwa Jihad itu juga melahirkan sebuah resolusi yang dikeluarkan para ulama se Jawa dan Madura, yang dikenal sebagai Resolusi Jihad.

"Para ulama merumuskan Resolusi Jihad bertempat di Gedung Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO), pada saat itu adalah Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Kini gedung tersebut menjadi Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya," jelas Keluarga Ponpes Sidogiri tersebut.

Kini gedung bersejarah tersebut telah menjadi cagar budaya kelas A di Kota Surabaya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.