Selasa, 16 Jun 2026 18:58 WIB

Ketum IGGI Cium Aroma Provokasi Jelang Muktamar NU 2021

Ketum IGGI, Gus Fahrur Rozzi
Ketum IGGI, Gus Fahrur Rozzi

jatimnow.com - Ketua Umum Ikatan Gus Gus Indonesia (Ketum IGGI) Gus Fahrur Rozzi mencium aroma provokasi jelang Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2021 di Lampung.

Untuk itu, Gus Fahrur mengajak kepada seluruh tokoh NU untuk bersikap bijak tanpa memobilisasi massa ke arah perpecahan.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Menyikapi dinamika Muktamar NU 2021 di Lampung, IGGI menghimbau kepada segenap elit pimpinan NU agar bersama-sama menciptakan suasana sejuk dan kondusif, dan menahan diri untuk tidak mengumbar berbagai permasalahan internal organisasi ke media massa," ujar Gus Fahrur kepada jatimnow.com, Jumat (12/11/2021).

Gus Fahrur meminta kepada seluruh pemimpin organisasi keagamaan untuk tetap netral dan mengedepankan norma untuk mengurai perselisihan.

"Bukan saling membuat statement, isu, fitnah tanpa bukti dan konfirmasi di ruang-ruang publik yang hanya menyita energi dan menggerus marwah organisasi," tambah Wakil Ketua PWNU Jatim itu.

Baca Juga: Muktamar NU, Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Pengasuh Ponpes ANNUR 1 Bululawang Malang itu juga menyayangkan para pemimpin organisasi yang saling adu mulut di muka publik.

"Seharusnya setiap perbedaan yang ada diselesaikan di ruang rapat, bukan diumbar di media. Ini tidak elok. Semakin mengumbar pernyataan negatif, menunjukkan semakin tidak matangnya yang bersangkutan sebagai pemimpin," jelas dia.

Pihaknya berharap, kepada kandidat calon Ketum PBNU bersama para tim sukses lebih menonjolkan program untuk kemajuan NU selanjutnya.

Baca Juga: Menghitung Arah Muktamar NU: Siapa Berpeluang Menang?

"IGGI berharap kandidat Ketum PBNU dan timsesnya lebih fokus berbicara program, strategi dan visi misi kepemimpinan NU ke depan untuk mengerakkan roda organisasi. Bukan sibuk membuat provokasi," tegasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.