Cegah Longsor, Warga Pasuruan dan Aktivis Lingkungan Tanam Ribuan Pohon
- Penulis : Moch Rois
- | Sabtu, 06 Nov 2021 16:57 WIB
Pasuruan - Warga Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, bersama aktivis lingkungan melakukan upaya konservasi dengan menanam 5.000 pohon berbagai jenis di area hulu daerah aliran sungan (Das) Rejoso.
Ribuan pohon itu ditanam di area tebing sungai berbatu pinggir hutan Desa Galih yang menjadi salah satu titik area tangkapan air di dataran tinggi Kabupaten Pasuruan.
Baca Juga: SIG Jaga Lukisan Purbakala Tertua Dunia di Tengah Lahan Tambang
"Kami bersama warga, mahasiswa dan aktivis lingkungan Sekola Konang, melakukan tanam pohon di tebing pinggir hutan Desa Galih. Tujuannya untuk mencegah longsor sekaligus merawat wilayah tangkapan air," jelas Kepala Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Eko Miwanto, Sabtu (6/11/2021).
Adisti Fauziyah aktivis lingkungan Sekola Konang mengatakan, upaya konservasi lingkungan dengan penanaman pohon ini sangat penting dilakukan.
Baca Juga: Peringati HPN 2026, PWI Gresik Tanam Pohon di Wilayah Terdampak Banjir Kali Lamong
Sebab, dari hasil kajian lingkungan yang dilakukan oleh lembaganya bersama warga desa, diperkirakan 5 tahun ke depan debit air yang ditangkap di Desa Galih akan berkurang jika tidak dilakukan upaya konservasi.
5.000 jenis tegakan yang ditanam dalam upaya konservasi itu, antara lain jenis pohon jambu air, kepel, sukun, bendo, nangka dan kluwek.
Baca Juga: PDI Perjuangan Jember Tanam Pohon, Lambang Terciptanya Manusia Dengan Alam
"Pohon-pohon tersebut sangat bermanfaat dalam upaya konservasi merawat sumber mata air. Selain itu, akar tegakan pohon juga cukup kuat menahan tanah dan batuan tebing agar tidak longsor," tandasnya.
Editor : Arina Pramudita