Rabu, 17 Jun 2026 13:43 WIB

Cegah Longsor, Warga Pasuruan dan Aktivis Lingkungan Tanam Ribuan Pohon

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 06 Nov 2021 16:57 WIB
Warga dan aktivis melakukan penanaman pohon di Desa Galih, Pasuruan. (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Warga dan aktivis melakukan penanaman pohon di Desa Galih, Pasuruan. (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

Pasuruan - Warga Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, bersama aktivis lingkungan melakukan upaya konservasi dengan menanam 5.000 pohon berbagai jenis di area hulu daerah aliran sungan (Das) Rejoso.

Ribuan pohon itu ditanam di area tebing sungai berbatu pinggir hutan Desa Galih yang menjadi salah satu titik area tangkapan air di dataran tinggi Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: SIG Jaga Lukisan Purbakala Tertua Dunia di Tengah Lahan Tambang

"Kami bersama warga, mahasiswa dan aktivis lingkungan Sekola Konang, melakukan tanam pohon di tebing pinggir hutan Desa Galih. Tujuannya untuk mencegah longsor sekaligus merawat wilayah tangkapan air," jelas Kepala Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Eko Miwanto, Sabtu (6/11/2021).

Adisti Fauziyah aktivis lingkungan Sekola Konang mengatakan, upaya konservasi lingkungan dengan penanaman pohon ini sangat penting dilakukan.

Baca Juga: Peringati HPN 2026, PWI Gresik Tanam Pohon di Wilayah Terdampak Banjir Kali Lamong

Sebab, dari hasil kajian lingkungan yang dilakukan oleh lembaganya bersama warga desa, diperkirakan 5 tahun ke depan debit air yang ditangkap di Desa Galih akan berkurang jika tidak dilakukan upaya konservasi.

5.000 jenis tegakan yang ditanam dalam upaya konservasi itu, antara lain jenis pohon jambu air, kepel, sukun, bendo, nangka dan kluwek.

Baca Juga: PDI Perjuangan Jember Tanam Pohon, Lambang Terciptanya Manusia Dengan Alam

"Pohon-pohon tersebut sangat bermanfaat dalam upaya konservasi merawat sumber mata air. Selain itu, akar tegakan pohon juga cukup kuat menahan tanah dan batuan tebing agar tidak longsor," tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.