Senin, 15 Jun 2026 02:17 WIB

Dinkes Ponorogo Target Pemberian Vaksin PCV Tuntas Akhir Tahun

Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo memberikan vaksinasi PCV (Pneumokokus Konyugasi Vaksin) tahap 1 dan 2.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo memberikan vaksinasi PCV (Pneumokokus Konyugasi Vaksin) tahap 1 dan 2.

Ponorogo - Tak hanya menggeber vaksinasi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo juga mengejar pelaksanaan vaksinasi PCV (Pneumokokus Konyugasi Vaksin) tahap 1 dan 2 yang ditarget tuntas akhir 2021.

Pemberian imunisasi PCV dimulai bulan Juni sesuai dengan program introduksi (pengenalan) vaksin PCV di delapan kota/kabupaten di Jatim, sebagaimana program introduksi Menkes Budi G Sadikin.

Baca Juga: Peringati Hari Rabies Sedunia, Disnakeswan Tulungagung Gelar Vaksinasi Gratis

"Akan kami barengkan pemberian vaksin PCV 1 dan 2 bersama imunisasi DPT pertama (usia bayi 2 bulan) dan DPT kedua (usia bayi 3 bulan)," ujar Kabid Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Heni Lestari, Jumat (5/11/2021).

Langkah ini sebagai bentuk pencegahan meningkatnya kasus pneumonia atau radang paru-paru karena bakteri, khususnya pada bayi dan balita.

Targetnya, lanjut Heni, imunisasi PCV bisa menyentuh semua bayi yang lahir mulai April 2021.

Dulu, lanjut Heni, imunisasi DPT yang diterima adalah untuk difteri pertusis dan tetanus. Imunisasi DPT merupakan imunisasi rutin dari pemerintah untuk bayi baru lahir, yang diberikan pada usia bayi 2 bulan, lalu 3 bulan, dan 4 bulan.

Vaksin PCV, masih kata Heni, merupakan vaksin baru yang dirilis awal di delapan kota/kabupaten di Jawa Timur pada Juni 2021. Prosedurnya diberikan pada bayi usia 2 bulan, 3 bulan, dan 12 bulan.

Karena kesamaan waktu pemberian itulah, maka Dinkes akan melaksanakannya secara bersamaan.

"Untuk yang usia 12 bulan, nanti diberikan sesuai jadwal yang disusun oleh para bidan desa dan posyandu," jelas Heni.

Baca Juga: Pemkab Jember Percepat Imunisasi Campak, Galang Kolaborasi Lintas Sektor

Sementara itu, hasil laporan puskesmas dan polindes di Ponorogo hingga bulan Oktober 2021, tercatat ada 925 kasus pneumonia pada balita. Sedangkan pada 2020, ada 1.703 kasus pneumonia pada balita.

Untuk data capaian vaksin PCV tahap 1 di Ponorogo, sebanyak 18,04 persen dan 10,02 persen pada tahap 2.

"Yang ketiga belum. Capaian kami anggap lumayan, masyarakat antusias. Karena kalau suntik sendiri, harganya hampir satu juta," tegasnya.

Sementara itu, terkait banyaknya kejadian pneumonia pada bayi dan balita di Indonesia, Epidemiolog Unair Surabaya Dr dr Atik Choirul Hidajah menjelaskan, radang paru seringkali menduduki peringkat pertama penyebab kematian pada bayi dan balita. Disusul diare di posisi kedua.

Baca Juga: Turunkan Zero Dose di Kediri, Mbak Cicha Minta Imunisasi Kejar Diaktifkan

Penyebab pneumonia bisa berasal dari virus, bakteri, atau bahkan partikel dan bahan kimia. Pneumonia atau radang paru timbul karena alveoli (bagian dari paru-paru) tidak bisa bekerja optimal untuk mendapatkan oksigen. Sehingga muncul keluhan sesak.

Faktor risiko pneumonia bakterial pada bayi lebih tinggi dibanding orang dewasa. Karena terkait sistem kekebalan tubuh anak lebih rawan dibanding orang dewasa.

Polusi udara dalam ruangan, kebersihan lingkungan dalam ruangan yang kurang terjaga, adanya orang dewasa yang sakit ISPA, menjadi pemicu pneumonia pada anak.

"Sehingga perilaku hidup sehat, pemberian ASI pada bayi, menjaga kebersihan orang di sekitar bayi, menjadi salah satu cara mencegah pneumonia," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.