Senin, 22 Jun 2026 07:53 WIB

Ekspor Rebana ke Asia Tenggara, Perajin Gresik Ingin Menembus Pasar Timur Tengah

Menkop dan UKM Teten Masduki mengunjungi stand rebana produksi perajin Desa Bungah (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Menkop dan UKM Teten Masduki mengunjungi stand rebana produksi perajin Desa Bungah (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Gresik - Warga Desa Bungah, Kabupaten Gresik melakukan usaha kreatif dengan mengubah limbah menjadi bahan berharga.

Mereka dikenal sebagai perajin berbagai macam alat musik rebana dengan memanfaatkan limbah kayu.

Baca Juga: Nilai Ekspor Produk Lamongan Tahun 2025 Tembus Rp22 Triliun

Produk alat musik rebana buatan warga Desa Bungah ini tidak hanya diminati konsumen di dalam negeri, namun juga dilempar ke pasar mancanegara.

Salah satu pengusaha rebana asal Desa Bungah, Abdullah menyebutkan dulu produksinya hanya melayani para distributor di wilayah Indonesia seperti Gresik, Surabaya, Jawa Tengah dan luar Pulau Jawa. Namun kini produk rebana miliknya telah dilirik oleh distributor luar negeri.

"Sekarang rebana buatan warga Bungah sudah dipasarkan di Brunai, Singapura dan Malaysia," terang Abdullah, Kamis (28/10).

Baca Juga: Nanas Queen Simplek Kediri Trial Ekspor ke Arab Saudi

Menurutnya, ada kemungkinan dirinya untuk melebarkan sayap produksinya ke daerah Timur Tengah.

"Saat ini ekspor kami memang masih di Asia Tenggara, namun tidak menutup kemungkinan ke depan produk kami ingin bisa menembus pasar Timur Tengah," harapnya.

Adapun produk rebana yang selama ini diproduksi oleh Abdullah meliputi rebana hadrah, rebana qasidah dan rebana banjari.

Baca Juga: Bupati Gresik Komitmen Perkuat Fokus Pelayanan Dasar Bagi Masyarakat

Abdullah menambahkan selama ini suplai bahan berkualitas untuk produksi rebana memang tidak ada masalah. Hanya saat memasuki musim hujan, dirinya terkendala dengan proses finishing pembuatan rebana.

"Proses finishing pembuatan rebana memang butuh terik matahari. Karena itu kalau musim hujan proses finisihingnya jadi lebih lama," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.