Kamis, 11 Jun 2026 14:47 WIB

Mahasiswa Unair Ciptakan Terapi Motorik Latih Konsentrasi Anak Autis

Metode TERROMANTIS dari mahasiswa Unair./Foto: Fahrizal Tito.
Metode TERROMANTIS dari mahasiswa Unair./Foto: Fahrizal Tito.

jatimnow.com — Lima mahasiswa yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM) Universitas Airlangga (Unair) berhasil kembangkan metode terapi motorik, khusus untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi anak autis yang diberi nama Leppy (Learn, Play, dan Happy).

Mereka adalah Kartika Khoirun Mutmainah, Tiara Prastiana Putri, Eva Rosdiana Dewi, Nokky Farra Fazria, dan Brilian Ratna Wati.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kartika Khoirun Mutmainah menjelaskan, metode yang dikembangkannya itu berwawasan lingkungan dan mampu menerapi kemampuan motorik anak autis untuk bisa berkonsentrasi ketika melakukan aktifitas mengambil benda seperti memegang dan menyusun.

"Penyandang autis, selama ini kebanyakan memiliki kekurangan dalam segala aktingnya. Namun dengan metode ini, kita namakan TERROMANTIS yaitu Terrarium Motorik Penyandang Autis, sehingga kemampuan motoriknya meningkatkan," kata Kartika Khoirun Mutmainah, Kamis (21/6/2018).

Dijelaskan, keunggulan dari program ini adalah selain mampu untuk meningkatkan kemampuan motorik bagi anak penyandang autis, juga dapat meningkatkan wawasan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sebab terrarium yang dibuat dari tumbuhan sukulen yang ditanam dalam wadah transparan ini memiliki manfaat untuk menyerap CO2 (carbon dioksida) di udara dan menghasilkan oksigen yang baik yang berguna untuk lingkungan.

Mengapa demikian? Tambah Kartika, karena sesungguhnya tanggungjawab terhadap lingkungan ini adalah kewajiban seluruh umat manusia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Hal ini juga merupakan cambuk bagi kita, sehingga bila penyandang autis mampu berkontribusi untuk lingkungannya, maka diharapkan semua orang juga dapat melakukan hal yang sama.

”Kami berharap program ini dapat menjadi variasi terapi motorik bagi anak penyandang autis yang dilaksanakan di sekolah berkebutuhan khusus yang manfaatnya dapat terus berlanjut," imbuh Kartika.

Ia mengatakan metode Leppy ini telah dipraktikkan oleh guru di Salsabila Special School (SSS) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur untuk melatih motorik anak penyandang autis.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

”Tim kami sudah melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada guru-guru di SSS agar mereka dapat melatih siswanya yang anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolahnya," kata Kartika.

Untuk diketahui, program ini juga berhasil lolos memperoleh pendanaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam program PKM 2018.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.