Selasa, 23 Jun 2026 15:41 WIB

Jejak Kapal Van Der Wijk di Lamongan Terus Dikaji

Tim Arkeolog BPCB terus mengkaji jejak kapal Van Der Wijk di Lamongan
Tim Arkeolog BPCB terus mengkaji jejak kapal Van Der Wijk di Lamongan

Lamongan - Kapal Van Der Wijck yang diduga karam di sekitar Perairan Brondong, Lamongan pada Tahun 1936 masih terus dikaji untuk dapat ditemukan bukti konkritnya berdasarkan ilmu pengetahuan.

Mulai dari pernyataan nelayan, keberadaan monumen tugu peringatan, hingga survei pencarian titik lokasi tenggelamnya kapal.

Baca Juga: Perbaikan Gapura Makam Sunan Giri Hampir Rampung

Arkeolog Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho menyebut, survei titik lokasi tenggelamnya kapal sudah dilakukan sejak Juni. Namun karena perairan Lamongan cukup keruh, survei kembali dilakukan Oktober ini.

"Memang ada kapal karam di titik yang kita duga Van Der Wijck. Dari foto-foto dan video yang kita dapatkan kita masih terus processing dan kemudian melakukan identifikasi perlahan-lahan. Jadi kita cocokkan bagian-bagian dengan gambar dari Kapal Van Der Wijck," ungkap Wicaksono dalam paparannya di Ruang Command Center Gedung Pemda Lamongan, Kamis (21/10/2021).

Wicaksono menambahkan, saat ini BPCB masuk pada tahapan identifikasi apakah kapal karam yang ditemukan itu merupakan bangkai Kapal Van Der Wijck yang telah dikonfirmasi nelayan setempat. Identifikasi juga terus dilakukan untuk pembuktian lebih konkrit.

"Ada banyak properti. Masyarakat tidak ada yang berani menjarah karena dianggap keramat. Mungkin nanti ke depan kalau itu dieksplorasi, diangkat, atas seizin Bapak Bupati, bisa dijadikan museum. Beberapa barang berharga peninggalan sangat bisa dijadikan cerita dari apa yang terjadi Tahun 1936, itu bagian dari sejarah yang daerah lain tidak punya," papar Wicaksono kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Letkol Laut (T) Bagus Arianto dari Koarmada II Jatim menyampaikan pesan Panglima Koarmada II Jatim yang bersedia turut serta terlibat dalam kegiatan pencarian Kapal Van Der Wijck di Perairan Lamongan itu.

Baca Juga: BPCB Jatim Temukan Arca saat Survei Objek Bangunan Candi di Trenggalek

Menurutnya, jika benar ditemukan bahwa bangkai kapal karam tersebut adalah Kapal Van Der Wijck, hal itu dapat menjadi salah satu icon dunia yang wajib dijaga.

"Berdasar foto ini, apakah karakteristik tangga bisa dipastikan milik Kapal Van Der Wijck? Penampatan tangga ini sesuai fungsi apakah kapal untuk perang atau untuk mengangkut penumpang. Baling-baling belum ditemukan ya? Dari bentuk baling-baling juga untuk dapat dicocokkan dengan literatur kapal, model dan produksi tahun berapa. Terkait gambaran pengangkatan kapal, pengalaman saya butuh biaya yang sangat besar, untuk kapal sebesar Van Der Wijck," tambah Letkol Bagus.

Sementara Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelaman untuk membuktikan kebenaran keberadaan Kapal Van Der Wijck.

Baca Juga: Objek Bangunan Candi di Trenggalek Diperkirakan Berasal dari Era Mataram Kuno

Dia juga meminta dukungan dari semua pihak untuk berkoordinasi agar Kapal Van Der Wijck ini dapat menjadi sesuatu yang luar biasa, aset nasional.

"Next, tantangan bagi kami. Langkah selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pimpinan masing-masing apakah diangkat dan sebagainya. Tidak sulit jika menjadi komitmen dan kesepakatan bersama. Kami terus mohon dukungan dan support supaya Kapal Van Der Wijck ini menjadi aset nasional. Dan saya yakin menjadi sesuatu yang luar biasa bagi Kabupaten Lamongan," papar Yuhronur.

Yuhronur juga memberikan apresiasi kepada Ketua Rukun Nelayan Blimbing Kecamatan Paciran Nur Wachid dan Nelayan Desa Sedayulawas Kecamatan Brondong Faizin, atas partisipasinya dalam kegiatan ekspedisi pencarian titik tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.