Senin, 22 Jun 2026 01:40 WIB

Festival Balon Udara, Jaga Tradisi Sekaligus Edukasi Keselamatan

Suasana festival balon udara di Lapangan Jepun Ponorogo
Suasana festival balon udara di Lapangan Jepun Ponorogo

jatimnow.com - Festival balon udara sudah kali kedua digelar di Ponorogo. Kali ini, gelaran menarik wisatawan itu dilaksanakan di Lapangan Jepun, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Kamis (21/6/2018).

Setidaknya ada 70 balon yang mengudara. Namun bukan balon seperti biasa,
kali ini balon udara yang mengikuti festival dilengkapi dengan tali pengikat. Dan menggunakan uap api yang aman untuk bisa terbang. Bukan menggunakan bahan yang mudah terbakar atau meledak.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Otoritas Bandar Udara III Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Nafhan Syahroni, mengakui bahwa warga Ponorogo memang memiliki kebiasaan menerbangkan balon secara bebas saat idul Fitri maupun Idul Adha.

Jumlahnya pun bisa mencaoai ratusan balon udara. Namun sayang,  adanya balon udara tanpa kendali ini dinilai membahayakan termasuk mengganggu penerbangan.

"Karena balon itu bisa tertabrak pesawat. Tentu bisa menutup kokpit ataupun terkena mesin baling-baling. Yang terjadi pesawat bisa jatuh," terang Nafhan.

Nafhan menerangkan, dengan adanya festival seperti ini sebagai salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat. Pelepasan balon raksasa bebas bisa sangat membahayakan penerbangan.

"Kalau seperti ini kan diberikan tali. Jadi lebih safety. Mencegah balon udara terbang liar yang bisa mengganggu penerbangan," urainya.

"Kalau difestival ini kan balon udaranya ditambatkan, jadi mencegah balon liar mengganggu penerbangan," ujar dia.

Sementara itu, General Manager Airnav cabang Surabaya Mokhammad Khatim menjelaskan tahun 2018 ini sudah ada 120 laporan masuk terkait balon udara liar.

"Hari Lebaran kemarin ada 71 balon yang lepas," katanya.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Paling banyak, lanjutnya, dari Ponorogo. Karena tradisi menerbangkan balon ada di Ponorogo untuk wilayah Jatim. Wilayah lain ada namun tidak seramai Ponorogo.

Ia menjelaskan, pihaknya tidak melarang. Namun harus digunakan pengikat saat handak terbang. Jadi balon udara tetap bisa dikendalikan.

"Sama burung saja pilot takut, apalagi balon raksasa seperti ini. Bisa membahayakan penerbangan apalagi Jawa ini padat jadwal penerbangannya," bebernya.

Ia mengaku,  masih banyak masyarakat terutama daerah pinggiran yang belum paham terkait bahayanya menerbangkan balon secara liar.

"Kami bakal menggelar sosialisasi, rencananya pelaksaaan festival balon kedepan bisa beberapa titik di Ponorogo," terangnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Radiant, mengatakan menerbangkan balon udara ini melanggar UU No.1 Tahun 2009 tentang penerbangan dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 1 Milyar.

"Dampak dari penerbangan balon udara ini banyak. Bisa membahayakan penerbangan dan masyarakat lain, sekaligus bisa menimbulkan kebakaran hutan jika jatuh di hutan," katanya.

Radiant pun mengaku bakal menindak tegas warga yang dengan sengaja membuat dan menerbangkan balon udara.

"Kami akan proses hukum warga jika ada yang melanggar, karena sudah kami berikan edukasi tapi tetap saja melanggar. Kami akan kawal hingga proses pengadilan," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto


Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.