Senin, 15 Jun 2026 00:49 WIB

PHRI Kota Batu Keluhkan Sertifikasi CHSE Berbayar

Salah satu destinasi wisata di Kota Batu
Salah satu destinasi wisata di Kota Batu

jatimnow.com - Sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) berbayar dikeluhkan oleh pelaku pariwisata di Kota Batu. Mereka menilai hal itu bertolak belakang dengan upaya pemulihan ekonomi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi mengatakan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berencana menerapkan program perpanjangan CHSE satu tahun sekali dengan harga sekitar Rp 12 juta untuk tiap unit usaha.

Baca Juga: Aniwayang Tembus Panggung Dunia, Sulap Wayang Jadi Hiburan Modern di Museum Nasional

"Menurut kami program itu justru bertolak belakang dengan upaya pemulihan ekonomi pascapandemi. Sangat berat dengan keadaan seperti ini. Semoga hal itu bisa dikaji kembali," jelas Sujud, Kamis (14/10/2021).

Terlebih banyaknya aturan seperti PPKM sekarang membuat para pelaku usaha wisata kesulitan untuk bernafas. Apalagi bila sampai dipukul rata terhadap semua pelaku usaha wisata, hotel dan restoran.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Saya contohkan di Selecta misalnya, ada tiga unit usaha, yaitu tempat wisata, hotel dan juga restoran. Kalau ada perpanjangan total yang harus kita keluarkan mencapai Rp 36 juta setiap tahunnya," paparnya.

PHRI Kota Batu sudah menyampaikan penolakan saat koordinasi BPP PHRI se-Indonesia pada 24 September 2021. Di Kota Batu, dia juga telah mensosialisasikan hal itu ke 60 hotel, 12 restoran dan anggota PHRI lainnya.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Kalau memang diterapkan semoga pemerintah bisa memberikan subsidi atau cari solusi terbaik. Terus terang program itu justru jadi beban pelaku usaha yang saat ini sedang berusaha bangkit usai kena dampak pandemi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.