Senin, 22 Jun 2026 01:31 WIB

Banyuwangi Terpilih Jadi Pilot Project Penanganan Hipertensi oleh Kemenkes

  • Penulis :
  • | Kamis, 14 Okt 2021 13:11 WIB

jatimnow.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memilih Banyuwangi sebagai pilot project (proyek percobaan) penerapan pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi.

Program ini akan dijalankan dengan menggunakan konsep Pentahelix Collaborative Governance Model, model penanganan yang melibatkan lintas elemen.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

"Banyuwangi ini sudah terkenal dengan inovasi pelayanan publiknya, kami yakin program ini akan berjalan baik di sini mengingat semangat inovasi yang telah dimiliki Banyuwangi selama ini. Bila ini berjalan dengan sukses, maka akan direplikasi oleh daerah lain di Indonesia,” kata Staf Khusus Menteri Kesehatan bidang ketahanan industri obat dan alat kesehatan, Laksono Trisnantoro saat pencanangan Model Inovasi Administrasi Publik Petahelix Collaborative Governance di Banyuwangi, Rabu (13/10/2021).

Mengapa hipertensi ini menjadi perhatian khusus Kemenkes?

Laksono menjelaskan bahwa saat ini hipertensi menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

“Untuk itu kami meminta daerah turut memberikan perhatian lebih pada masalah ini. Penanganannya harus sesuai dengan standard pelayanan minimal di bidang kesehatan,” ujarnya.

Dilanjutkan Laksono, program ini akan diawali dari tingkat RT. Pelacakan pasien akan dipusatkan pada warga di skala RT.

Baca Juga: Upaya Dinkes Kota Kediri Kendalikan Penyakit Paru Obstruktif Kronik dan Asma

"Nantinya, setiap RT di wilayah yang ditunjuk akan memiliki alat pengukur tekanan darah, sehingga mudah diakses oleh warga,” kata dia.

Ditambahkan dr. Mukti Eka Rahardian, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Pusat Analisis Determinan Kesehatan Sekretariat Jenderal Kemenkes mengatakan bahwa ada empat proses yang perlu dilakukan dalam penanganan hipertensi.

Mulai dari pelacakan dan penemuan penderita, konsultasi dokter dan pengobatan, rehabilitasi penderita, kegiatan promotif preventif kepada warga.

Baca Juga: Habib Usman Doakan Adies Kadir di Maulid Nabi: Dulu Kolaps, Kini Sehat

“Dengan proses semacam itu, maka dibutuhkan penanganan yang komprehensif dan melibatkan banyak pihak. Mulai dari pemerintah, akademisi/profesi, sektor bisnis, ormas, dan media. Itulah yang kami sebut dengan pentahelix,” terang Mukti.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr Widji Lestariono mengatakan bahwa Banyuwangi termasuk salah satu dari lima daerah yang ditunjuk untuk menjadi perintis pelaksanaan program ini. Untuk Banyuwangi, Kecamatan Cluring ditunjuk sebagai wilayah pelaksanaan pilot project ini.

“Nanti akan kami laksanakan di Cluring sesuai dengan standard yang telah ditetapkan oleh Kemenkes, yakni sesuai standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan,” katanya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.