Selasa, 23 Jun 2026 14:35 WIB

Ahli Kesehatan Tak Lagi Rekomendasikan Aspirin Dosis Rendah Cegah Sakit Jantung

Aspirin dosis rendah tak lagi direkomendasikan cegah sakit jantung (Foto: Wikipedia via Republika)
Aspirin dosis rendah tak lagi direkomendasikan cegah sakit jantung (Foto: Wikipedia via Republika)

jatimnow.com - Aspirin dengan dosis rendah (baby aspirin) yang mengandung 81mg atau kurang, selama ini diyakini bisa membantu mencegah serangan jantung.

Namun para ahli menyatakan, baby aspirin tak lagi direkomendasikan untuk mencegah risiko penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: Pakar Ingatkan Penderita Diabetes Rentan Kena Serangan Jantung Tanpa Gejala

Sebaliknya, mereka menyimpulkan, orang yang berusia di atas 40 tahun tidak boleh mengonsumsi aspirin setiap hari untuk mencegah penyakit kardiovaskular tanpa rekomendasi dokter.

Bahkan, orang di atas 60 tahun sama sekali tidak direkomendasikan minum aspirin untuk pencegahan kardiovaskular.

Aspirin dosis rendah setiap hari telah lama dilihat sebagai cara relatif aman untuk mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Manfaat aspirin untuk kardiovaskular, yang membantu mengencerkan darah, dianggap lebih besar daripada risiko sederhana peningkatan perdarahan.

Meski aspirin tampaknya membantu mencegah kekambuhan bagi individu yang sebelumnya pernah sakit jantung, penelitian terbaru belum menemukan manfaat jelas dari aspirin bagi orang sehat. Aspirin dinilai tak efektif membantu mencegah penyakit jantung bagi orang sehat.

Dalam satu penelitian, bahaya pendarahan dari aspirin bahkan lebih mendominasi, alih-alih memberikan manfaat. Utamanya bagi individu di atas 70 tahun.

Karenanya pada 2019, American Heart Association dan American College of Cardiology bersama-sama merilis pedoman bahwa aspirin hanya boleh dikonsumsi oleh individu antara usia 40 dan 70 tahun yang berisiko tinggi menderita penyakit kardiovaskular dan risiko rendah untuk perdarahan.

Namun, pada dasarnya, para ahli tidak menganjurkan konsumsi aspirin sebagai pencegahan tanpa seizin dokter, terutama untuk orang yang berusia di atas 70 tahun.

Baca Juga: HCML dan PMI Gelar Donor Darah, 71 Kantong Darah Terkumpul

Rancangan pedoman baru dari US Preventive Service Task Force (USPTF) juga tidak lagi merekomendasikan konsumsi aspirin setiap hari untuk semua kelompok umur.

Adapun bagi individu antara usia 40 dan 60 yang khawatir tentang risiko kardiovaskular, bisa mengonsumsi aspirin jika dipantau oleh dokter.

Individu berusia di atas 60 tahun pun sama, boleh mengonsumsi aspirin jika telah berkonsultasi dengan dokter.

"Tidak ada lagi pernyataan menyeluruh bahwa setiap orang yang berisiko tinggi terkena penyakit jantung, meskipun mereka tidak pernah mengalami serangan jantung, harus mengonsumsi aspirin," kata Chien-Wen Tseng, kata anggota USPTF seperti dilansir dari Gizmodo, Rabu (13/10).

"Kita harus lebih pintar dalam mencocokkan pencegahan primer dengan orang-orang yang paling diuntungkan dan memiliki risiko bahaya paling kecil," tambah dia

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

Pedoman baru ini secara teknis hanya berupa draf proposal, jadi mungkin ada beberapa perubahan pada bahasa final. USPSTF akan menerima komentar publik atas proposal mereka hingga awal bulan depan.

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.