Kamis, 23 Jul 2026 02:44 WIB

Kisah Misteri Kampung Pitu Pacitan yang Bikin Pejabat Tak Berani Datang

Pelaksanaan Vakisinasi Covid-19 di Kampung Pitu Pacitan
Pelaksanaan Vakisinasi Covid-19 di Kampung Pitu Pacitan

jatimnow.com - Kawasan terpencil dan penuh mitos yang disandang oleh Kampung Pitu di Dusun Krajan Kidul, Desa Temon, Kabupaten Pacitan mengakibatkan para pejabat takut untuk berkunjung. 

"Banyak sebenarnya yang takut datang ke sini. Banyak mitosnya, mangkanya pejabat takut untuk datang ke Kampung Pitu," ujar Kepala Dusun Krajan Kidul, Sri Wahyuni, Sabtu (8/10/2021).

Baca Juga: Terdakwa Pembunuhan Kopi Sianida di Pacitan Divonis 18 Tahun Penjara

Baca juga: 

Ia menjelaskan, para pejabat tidak ada satu pun yang berani datang. Bahkan orangtuanya yang dulu yang menjabat sebagai kepala desa juga tidak berani.

"Alasannya juga mungkin bisa hilang pangkatnya. Tapi menurut saya sendiri kalau memang niatnya baik juga bakal baik," jelasnya.

Dirinya mengaku gembira ketika Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono datang berkunjung ke Kampung Pitu dan mematahkan mitos selama ini.

"Semoga saja setelah dari sini semua baik-baik saja. Biar menjadi contoh pejabat yang lain untuk berani masuk ke Kampung Pitu," harapnya.

AKBP Wiwit mengaku dirinya hanya ingin berbuat kebaikan dengan mendatangi Kampung Pitu. Menurutnya, dirinya datang untuk mengajak warga agar divaksin Covid-19.

Baca Juga: Pria di Pacitan Terciduk Setubuhi Pacar Dalam Kamar Kos

"Dan memang benar warganya belum ada yang vaksin. Karena ingin berbuat baik. Kalau kita niatnya baik, kulonuwon dan berbuat baik di sana," jelasnya.

Alumni Akpol 2002 ini mengaku cukup iba melihat sebuah kampung tidak pernah disentuh oleh pejabat. Baik itu pejabat level bawah maupun atas.

"Dengan masuknya saya, semoga semua bisa diikuti oleh pejabat lainnya untuk memperhatikan warga yang ada di Kampung Pitu," ucapnya.

Ia menjelaskan, seharusnya tidak ada wilayah satu pun yang dibedakan. Jika memang tidak siap membantu atau tidak berani mengambil langkah sebaiknya tidak menjadi pemimpin.

Baca Juga: Dukun Pengganda Uang di Pacitan Tipu 14 Orang, Termasuk ASN dan Mantan Kades

Saat akan masuk ke Kampung Pitu, dirinya hanya melakukan komunikasi dengan tokoh agama.

"Saya ke sana juga tidak ada ritual khusus. Hanya komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh di sana. Berpuluh puluh tahun tidak dikunjungi. Alhamdulilah kades kemarin berani masuk karena saya sudah masuk. Jadi masuk bersama saya. Camat yang takut-takut kemarin masuk. Sebelumnya, ampun-ampun menyampaikan ke kita kalo dia nggak berani masuk," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.