Selasa, 09 Jun 2026 03:04 WIB

Anwar Sadad Soal Raperda Pesantren: Lahirkan Optimisme dan Pesimisme

Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad
Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad

jatimnow.com - Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad menyebut bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengembangan pondok pesantren (ponpes) yang dibahas panitia khusus (pansus) telah memasuki babak akhir.

Sadad mengatakan, hal itu menjadi angin segar untuk dunia pendidikan di lingkungan pesantren di Jawa Timur. Namun seiring kabar baik itu, lahirlah optimisme dan pesimis di dalamnya.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Optimis, karena inilah wujud paling konkret pengakuan pemerintah pada pendidikan di pesantren sejak republik ini berdiri. Pesantren tak pernah dianggap sepenting sekarang," ucap Sadad dalam akun Twitternya @ansadad seperti dilihat jatimnow.com, Senin (4/10/2021).

Sadad menambahkan, Raperda Pesantren berawal dari Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 tentang pesantren.

"Sekaligus ini awal dari munculnya pesimisme. UU ini lahir di tengah ketegangan mereka yang menyebut pengusung kebhinekaan melawan apa yang disebut radikalisme islam," papar Sadad.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

Untuk mengurai aroma pesimis, Ketua Partai Gerindra Jatim itu telah mengajak anggotanya untuk berbincang sekaligus konsultasi dengan tokoh ulama PWNU Jatim.

"Kiai Marzuki dan Kiai Nawar berpesan bahwa pesantren bisa mandiri, jika akan disetarakan dan diberdayakan hindari ketentuan bersifat formal," ucapnya.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Yang artinya, sambung Sadad, kebiasaan-kebiasaan menuntut ilmu secara formal seperti di lembaga sekolah akan rawan menuai kontra dari para kiai, karena dinilai melanggar kultur dan budaya dalam pesantren.

"Jika pengaturan dibikin formal, maka akan banyak pesantren yang keberatan. Di samping karena tak terbiasa formal, juga kadang ada yang menganggap menjatuhkan muru'ah pesantren, juga kiai dan ustad," tandas Keluarga Ponpes Sidogiri tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.