Senin, 15 Jun 2026 17:34 WIB

Ralat

Kemenhub Gelar Festival Balon Udara di Ponorogo

jatimnow.com - Untuk mewadahi hobi berkreasi warga Ponorogo setiap saat Lebaran, Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara menggelar festival balon udara, di Lapangan Jepun Balong, Ponorogo, Kamis (21/6/2018).

 Dalam event ini, Dirjen Perhubungan Udara menggandeng GP Ansor, Pemkab Ponorogo, Polres Ponorogo , dan Airnav. 

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Benar, yang mengadakan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara, kami hanya membantu pelaksanaannya saja," kata Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, Rabu (20/6/2018).

Namun, lanjut ia, dalam pagelaran festival ini pihaknya tetap memperhatikan faktor keselamatan.

Agar tidak menimbulkan bahaya, ia menyatakan ada syarat yang harus diikuti oleh peserta, yakni balon terbuat dari bahan kertas minyak atau plastik, ukuran balon tinggi maksimal 7 Meter, setiap balon yang diperlombakan wajib mencantumkan identitas (bebas), balon tidak menggunakan sumbu (bahan bakar gantung).

Setiap balon yang diperlombakan diterbangkan dengan menggunakan alat pembakaran tradisional (asap).

Peralatan membawa sendiri, peserta lomba adalah warga masyarakat Ponorogo yang tergabung dalam sebuah tim yang terdiri dari maksimal 10 orang anggota.

Setiap balon yang diterbangkan wajib diberi tali pengikat (tali tampar/senar) yang kuat sebagai kontrol dengan panjang maksimal 150 Meter

"Besok warga masyarakat luas bisa menikmati balon udara di Lapangan Jepun. Tidak perlu bayar. Tapi datang pagi. Karena acara jam 06.00," pungkasnya.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Sementara itu, melalui siaran pers yang diterima jatimnow.com, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso yang mewakili Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat membuka acara java baloon festival di Wonosobo, Jawa Tengah menyampaikan terimakasih dan sekaligus kekagumannya atas antusiasme masyarakat dalam acara tersebut.

Agus Santoso menyampaikan bahwa kegiatan Java Balloon Festival ini diadakan untuk memberi pemahaman kepada instansi terkait dan segenap unsur masyarakat tentang dampak penerbangan balon udara tanpa awak secara bebas terhadap kegiatan penerbangan pesawat udara.

Agus Santoso menghimbau masyarakat untuk tetap mengedepankan keselamatan terutama pada sisi penerbangan dalam berkreasi menerbangkan balon udara.

"Kegiatan ini merupakan inovasi baru dalam memberikan hiburan penerbangan balon udara kepada masyarakat tanpa mengganggu tradisi yang ada. Selain itu rangkaian acara ini juga dapat meningkatkan ekonomi warga setempat," ujarnya.

Agus Santoso juga mengingatkan bahwa lokasi penerbangan balon udara oleh masyarakat Wonosobo ini berada pada salah satu rute penerbangan yang terpadat di dunia, sehingga festival ini perlu diadakan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Esensi dari festival ini adalah memberikan contoh berkreasi merayakan kegembiraan dengan menerbangkan balon terkontrol. Karena jika balon tersebut tidak terkontrol akan membahayakan penerbangan dan aparat akan tegas menangkap dan memproses agar yang menerbangkan diberikan hukuman sesuai UU nomor 1 tahun 2009 pasal 411 yaitu maksimal kurungan 2 tahun dan denda Rp 500 juta," papar Agus.

Pengamat penerbangan Alvin Lie juga menyambut baik langkah yang dilakukan Kemenhub dalam penyelenggaraan festival balon udara.

"Ini adalah kegiatan yang win win solution. Tradisi masyarakat dalam menerbangkan balon udara dapat terus berlanjut dan di sisi lain tanpa mengganggu keselamatan penerbangan," ujarnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.