Minggu, 21 Jun 2026 05:43 WIB

Pantau Populasi Macan Tutul, Sistem Grid Dibuat di Taman Nasional Meru Betiri

Penampakan macan tutul di Taman Nasional Meru Betiri yang tertangkap camera trap (Foto: merubetiri.id)
Penampakan macan tutul di Taman Nasional Meru Betiri yang tertangkap camera trap (Foto: merubetiri.id)

jatimnow.com - 106 camera trap telah dipasang di 52 titik dalam Taman Nasional Meru Betiri tahun ini. Kamera itu dipasang untuk memantau aktivitas dan populasi macan tutul.

Dalam Taman Nasional Meru Betiri terdapat 5 kecamatan, 10 desa dan yang terletak di antara Jember-Banyuwangi.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri, Maman Surahman menjelaskan, pemasangan camera trap dilakukan setiap tahun dan dipasang di antara musim hujan dan kemarau.

"Kita pasang pada September dan Oktober dimulai tanggal 14 kemarin sebanyak 106 camera trap di 52 titik lokasi," terang Maman kepada jatimnow.com, Rabu (29/9/2021).

Menurut Maman, di Meru Betiri juga dibuat sistem grid untuk memudahkan pengawasan. Setiap grid jaraknya satu kilometer persegi.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Kita buat sistem grid untuk memudahkan pengawasan pendataan macan tutul," jelasnya.

"Satu grid bisa saja kita pasang lebih dari satu kamera, tergantung informasi banyaknya jejak. Tapi jika itu hanya perlintasan, kita pasang satu camera trap," terang Maman.

Pada Tahun 2020, camera trap yang terpasang di Taman Nasional Meru Betiri menangkap 15 individu macan tutul.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Kalau di tahun sebelumnya (2020), camera trap yang kita pasang menghasilkan 15 individu macan tutul. Kalau tahun ini memang belum kita lihat hasilnya," tambah dia.

Pemasangan camera trap di Taman Nasional Meru Betiri ditempatkan di habitat macan, seperi tempat bermain, berlindung, tidur dan tempatnya makan setelah berburu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.