Sabtu, 20 Jun 2026 09:15 WIB

Ketua Majelis Taklim Ditembak hingga Meninggal, Polisi Juga Uji Proyektil

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (Foto: Republika/Thoudy Badai)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (Foto: Republika/Thoudy Badai)

jatimnow.com - Polisi masih terus melakukan penyelidikan atas peristiwa penembakan ketua majelis taklim di Kota Tangerang.

Saat ini tim Labfor sedang melakukan analisa rekaman closed circuit television (CCTV) dan mengumpulkan bukti serta pemeriksaan terhadap para saksi terkait peristiwa tersebut.

Baca Juga: 3 Tersangka Penembakan Misterius di Surabaya Diamankan Polda Jatim

"Tim melakukan analisa CCTV karena kejadiannya sudah mulai gelap, termasuk proyektil karena dalam penembakan tersebut menembus dan menyasar ke pintu rumah korban," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Senin (20/9/2021).

Baca juga:  Ustaz di Tangerang Ditembak hingga Meninggal, Polisi Pelototi CCTV

Menurut Yusri, pemeriksaan terkait jenis peluru dilakukan untuk mengetahui jenis senjata apa yang digunakan pelaku. Dalam penyelidikan ini, dilakukan oleh Polres Kota Tangerang dan di-back up Polda Metro Jaya.

Kasus penembakan yang terjadi di Kota Tangerang sekitar pukul 18.30 WIB, Sabtu (18/9/2021) itu masih terus diselidiki polisi.

Baca Juga: Polda Jatim Bentuk Tim Khusus Buru Penembak Misterius di Surabaya

"Sudah melakukan analisa evaluasi juga mengumpulkan barang bukti dan memeriksa beberapa saksi termasuk keluarga, tetangga, dan terakhir bersama-sama ada sekitar 5 saksi. Kemungkinan bisa bertambah lagi," ungkap Yusri.

Sebelumnya, peristiwa penembakan seseorang bernama Marwan alias Alex terjadi di Jalan Gempol, Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

 

Baca Juga: Warga Babatan Surabaya jadi Korban Penembakan Misterius

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.