Kamis, 11 Jun 2026 04:30 WIB

Belajar Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masjid

Talk show di Masjid Al Haq, Perumahan Rungkut Mapan Barat, Surabaya
Talk show di Masjid Al Haq, Perumahan Rungkut Mapan Barat, Surabaya

jatimnow.com - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Haq Perumahan Rungkut Mapan Barat (RMB) Surabaya menggelar talk show Interaktif bertema 'Membuka Rahasia Dapur Manajemen Keuangan Masjid Jogokaryan'.

Talk show yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masjid itu digelar dengan protokol kesehatan (prokes) secara ketat di Masjid Al Haq, Perumahan Rungkut Mapan Barat, Gununganyar, Surabaya, Sabtu (18/9/2021) malam.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Materi dengan tajuk kemandirian ekonomi masjid itu disampaikan penggagas dan penggerak manajemen keuangan masjid Jogokaryan, Yogyakarta, Ustaz M. Muhammad Jazir. Diketahui masjid ini sering disebut masjid kampung yang mendunia.

Pembina DKM Al Haq, Wahyu P. Kuswanda menyampaikan, DKM Al-Haq dirasa perlu belajar dari Masjid Jogokaryan. Mengingat, prestasi masjid ini dalam pengelolaan keuangan masjid telah menjadi referensi masjid-masjid di Indonesia.

"Manajemen keuangan Masjid Jogokaryan sudah kondang seantero Nusantara. Kami DKM Al-Haq ingin belajar dari Masjid Jogokaryan," kata Wahyu.

Wahyu menambahkan, selama Pandemi Covid-19, kegiatan Masjid Jogokaryan sangat menginspirasi. Masjid ini memproduksi masker, hazmat dan cairan disinfektan yang selanjutnya dibagikan kepada masjid-masjid di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Masjid Jogokaryan juga membina UMKM dan menciptakan pasarnya dengan menyelenggarakan pasar rakyat. Bahkan sekarang ini Masjid Jogokaryan telah menjadi destinasi wisata masjid yang selalu ramai didatangi wisatawan religi dari berbagai daerah di Indonesia," jelasnya.

Sementara Ustaz Muhammad Jazir menuturkan, manajemen keuangan masjid perlu untuk menguatkan perekonomian masjid. Sehingga masjid tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga dapat menjadi pusat menajemen perekonomian bagi jemaah. Masjid juga bisa hadir dalam sektor sosial dan pendidikan.

"Sehingga keberadaan masjid itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, ketika masyarakat merasa dimakmurkan oleh masjid, secara tidak langsung masyarakat juga akan memakmurkan masjid," tutur Ustaz Jazir.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Ustaz Jazir menjelaskan, Kota Surabaya sebagai kota industri terbesar setelah Ibu Kota Jakarta sangat berpotensi dalam pengembangan kemandirian ekonomi masjid. Apalagi, dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia, akan sangat mendukung peningkatan kemakmuran masjid.

"Saya kira Surabaya ini sangat berpotensi sekali ketimbang di Yogyakarta. Apalagi Surabaya dengan potensi industrinya yang besar, tentunya sangat mendukung bagi kemakmuran masyarakat yang nantinya dapat berdampak pada kemakmuran masjid," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.