Selasa, 16 Jun 2026 21:11 WIB

Perpres Dana Abadi Pesantren, PKB Ponorogo Siapkan Tim Advokasi

Tasyakuran disahkannya Perpres Nomor 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren di Kantor DPC PKB Ponorogo.
Tasyakuran disahkannya Perpres Nomor 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren di Kantor DPC PKB Ponorogo.

jatimnow.com - Ditekennya Perpres Nomor 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren oleh Presiden Joko Widodo, disambut baik kalangan pesantren di Ponorogo.

Perpres tentang dana abadi pesantren itu sebelumnya diperjuangkan agar pesantren mendapat hak anggaran pendidikan yang sama dari pemerintah.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

"Dengan terbitnya Perpres ini sangat melegakan pendidikan pesantren, yang selama ini dianggap sebelah mata," ujar Anggota DPR RI PKB Dapil VII, Ibnu Multazam, Sabtu (18/9/2021).

Menyusul diloloskannya pendanaan penyelenggaraan pesantren, ia menjelaskan akan mengikuti Rais Syuriah NU Ponorogo. Mengingat pesantren memiliki kebijakan yang berbeda terkait bantuan dari pemerintah.

"Ini pekerjaan besar. NU dan PKB kerjasama," terang Multazam.

Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan antar pesantren, PKB memastikan akan bersikap adil. Data pesantren akan dipaparkan secara transparan.

"Semua kita serahkan. Tapi final tetap Kemenag misalnya, di Ponorogo Ponpesnya ada 80," bebernya.

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

Untuk memperlancar penyelenggaraan pendanaan, imbuh Multazam, PKB Ponorogo akan menyiapkan tim advokasi yang bisa mendampingi pesantren dalam menyusun administrasi.

"Kita menerima konsultasi dari pesantren. Misalnya pelaporan dana dari pemerintah itu seperti apa. Lalu untuk mengajukan itu syaratnya apa saja, itu akan kita beri penjelasan," jelasnya.

Rais Syuriah NU Ponorogo M Sholehan Al Hafidz bersyukur dengan ditekennya perpres penyelenggaraan pendanaan pesantren. Ia berharap PKB membantu pesantren terkait pengetahuan administrasi.

Bentuknya bisa berupa konsultasi secara rinci mengenai detail dana bantuan pemerintah, serta syarat pengajuan anggaran. Hal ini diharapkannya agar pesantren di Ponorogo mengikuti perkembangan zaman dan tidak salah dalam membuat laporan.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Yang saya harap PKB Ponorogo menyiapkan aplikasi membantu pesantren yang masih perlu pengetahuan administrasi pesantren," ujar Sholehan.

Ketua RMI-NU Cabang Ponorogo Nabil Hasbullah, juga menyampaikan hal serupa. Ia ingin pesantren bisa menerima dana dengan tepat sasaran.

"Dana yang paling penting itu meliputi untuk sumber daya manusia. (Karena) fasiltas dan prasarana sangat minim," tegas Gus Nabil.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.