Sabtu, 20 Jun 2026 18:29 WIB

Kisah Ibu Kayuh Sepeda Angin Puluhan Kilometer Demi Antar Anak Ikut Olimpiade

Screenshot video yang beredar di medsos.
Screenshot video yang beredar di medsos.

jatimnow.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu dari Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen (Malang Selatan), mengayuh sepeda angin untuk mengantarkan anaknya mengikuti lomba olimpiade karate menjadi viral di media sosial (medsos).

Ibu yang bernama Sulastri (37) asal Jalan Sentono itu diketahui mengantarkan anaknya menggunakan sepeda angin menyusuri perjalanan berjarak puluhan kilometer menuju daerah Kecamatan Singosari (Malang Utara).

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

Di dalam video, sang ibu menata dan menaruh piala di keranjang sepeda angin yang setiap hari digunakannya untuk mencari rongsokan. Bocah itu bernama Aditya Saiful, pelajar kelas 6 SD Muhammadiyah 5 Kepanjen.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 5 Kepanjen, Arief Joko Suryadi membenarkan jika video itu adalah salah satu muridnya.

Dirinya merasa prihatin meski banyak kekurangan, namun tidak menghentikan tekadnya untuk terus berjuang meraih cita-citanya.

"Ya, Aditya Saiful merupakan murid di sekolah kami. Jujur saya prihatin, kecenderungan kita bagaimana potensinya bisa terus dikembangkan. Semangatnya juga bisa berikan contoh kepada murid lain baik dari sisi karakter yang kuat atau kemandiriannya," ujarnya, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf

Ia berharap agar banyak perhatian lagi dari element masyarakat untuk menuntaskan pendidikannya agar terjamin ke depannya.

Salah satu relawan, Arya Ananta membuka donasi bagi masyarakat yang ingin memberikan perhatian baik kepada Saiful atau ibunya.

"Setidaknya nanti dari donasi bisa membantu keluarganya untuk meringankan beban atau bekal modal usaha agar kelangsungan hidupnya terjaga," kata dia.

Baca Juga: Sopir Angkutan Pelaku Intimidasi Turis Asal China di Probolinggo Minta Maaf

Sementara itu, Sulastri mengaku bila putranya merupakan anak yatim yang patuh dan sangat rajin. Ayahnya sudah meninggal sejak dirinya berada di kandungan.

"Cita-citanya yaitu menjadi polisi dan membahagiakan keluarga. Keinginannya dari prestasi karate dia bisa menjadi polisi dan membahagiakan keluarga," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.