Kisah Ibu Kayuh Sepeda Angin Puluhan Kilometer Demi Antar Anak Ikut Olimpiade
- Penulis : Achmad Titan
- | Selasa, 14 Sep 2021 13:06 WIB
jatimnow.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu dari Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen (Malang Selatan), mengayuh sepeda angin untuk mengantarkan anaknya mengikuti lomba olimpiade karate menjadi viral di media sosial (medsos).
Ibu yang bernama Sulastri (37) asal Jalan Sentono itu diketahui mengantarkan anaknya menggunakan sepeda angin menyusuri perjalanan berjarak puluhan kilometer menuju daerah Kecamatan Singosari (Malang Utara).
Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya
Di dalam video, sang ibu menata dan menaruh piala di keranjang sepeda angin yang setiap hari digunakannya untuk mencari rongsokan. Bocah itu bernama Aditya Saiful, pelajar kelas 6 SD Muhammadiyah 5 Kepanjen.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 5 Kepanjen, Arief Joko Suryadi membenarkan jika video itu adalah salah satu muridnya.
Dirinya merasa prihatin meski banyak kekurangan, namun tidak menghentikan tekadnya untuk terus berjuang meraih cita-citanya.
"Ya, Aditya Saiful merupakan murid di sekolah kami. Jujur saya prihatin, kecenderungan kita bagaimana potensinya bisa terus dikembangkan. Semangatnya juga bisa berikan contoh kepada murid lain baik dari sisi karakter yang kuat atau kemandiriannya," ujarnya, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf
Ia berharap agar banyak perhatian lagi dari element masyarakat untuk menuntaskan pendidikannya agar terjamin ke depannya.
Salah satu relawan, Arya Ananta membuka donasi bagi masyarakat yang ingin memberikan perhatian baik kepada Saiful atau ibunya.
"Setidaknya nanti dari donasi bisa membantu keluarganya untuk meringankan beban atau bekal modal usaha agar kelangsungan hidupnya terjaga," kata dia.
Baca Juga: Sopir Angkutan Pelaku Intimidasi Turis Asal China di Probolinggo Minta Maaf
Sementara itu, Sulastri mengaku bila putranya merupakan anak yatim yang patuh dan sangat rajin. Ayahnya sudah meninggal sejak dirinya berada di kandungan.
"Cita-citanya yaitu menjadi polisi dan membahagiakan keluarga. Keinginannya dari prestasi karate dia bisa menjadi polisi dan membahagiakan keluarga," tandasnya.
