Jumat, 19 Jun 2026 07:29 WIB

Dewan Pendidikan Surabaya Sayangkan Banyak Siswa Wajib Beli Seragam di Sekolah

(Foto: Dok. jatimnow.com)
(Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Instruksi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar siswa tidak dipaksa membeli seragam baru menyusul dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, seakan tidak diindahkan jajarannya. Hal ini menyusul banyaknya laporan oleh wali murid yang mengaku diwajibkan membeli seragam sekolah hingga jutaan rupiah.

Kasus yang mencuat bahkan menimpa Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Mitra Warga. Sejumlah wali murid melapor langsung ke DPRD Surabaya karena ditarik biaya untuk membayar seragam.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Baca juga; Isak Tangis Wali Murid di Surabaya yang Tak Mampu Membayar Seragam Rp 1,7 Juta

"Bapak Wali Kota saya masuk keluarga MBR, tapi seragam masih harus membayar, saya mohon bantuannya," ujar Retno Sulitijaningsih Nunuk (52), kepada jatimnow.com, Kamis (9/9/2021).

Wanita yang sehari-hari tinggal di Jl Kalasan, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya itu mengeluhkan mahalnya pembayaran seragam putranya.

Ia mengaku telah lama terdaftar di data MBR Surabaya. Bahkan sebelumnya, selama hampir enam tahun bersekolah di SD, putranya selalu mendapat keringanan seragam oleh Sekolah.

"Kita mau beli diluar juga nggak oleh (nggak boleh), katanya seragamnya ada cirinya sendiri," katanya.

Dewan Pendidikan Surabaya, Juli Poernomo Slamet menyayangkan tindakan oknum sekolah yang terkesan mencekik wali murid di tengah situasi pandemi.

Apalagi, rata-rata kasus yang terjadi kepada para siswa dari jalur afirmasi Mitra Warga dan MBR yang anggaran fasilitas pendidikannya sepenuhnya di cover Pemkot Surabaya.

"Sekolah itu bukan untuk menjual seragam, komite pun tidak bisa, Dewan Pendidikan pun tidak diperkenankan dan itu ada larangannya," ucap Juli.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Ia meminta agar permasalahan ini segera dievaluasi oleh Kepala Sekolah di Surabaya, mengingat kasus tersebut selalu terjadi di setiap ajaran baru.

Di tengah situasi PTM terbatas ini sekolah lebih baik mengutamakan prioritas belajar dari pada mencari keuntungan.

"Permasalahan ini hampir setiap tahun pasti ribut, bahkan Pak Wali Kota sudah mengatakan boleh memakai seragam atau tidak. Jadi tolong disesuaikan dengan era pandemi, dan disesuaikan dengan aturan yang ada," tegasnya.

"Kalau memang jalur afirmasi sudah mendapat hak-haknya ya sudah kasihkan," imbuhnya.

Ia juga meminta kepada sekolah yang terlanjur mengumumkan wajib membeli seragam segera mencabut aturan itu, dan mengembalikan uang siswa.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

"Jadi untuk pihak Sekolah ikuti apa intruksi Walikota, karena suasana sedang berbeda, pandemi. Semua sama-sama prihatin tapi jangan sampai pendidikan ini terperosok," tandasnya.

Sebelumnya, secara tegas Walikota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, jika ada praktik penjualan seragam di sekolah akan berhadapan dengannya.

"Saya minta, tidak ada memaksa membeli seragam, ini fardhu ain, SD, SMP. Kalau ada yang memaksa, akan berhadapan dengan wali kotanya," tegas Eri, Senin (30/8/2021).

Pernyataan itu disampaikan Eri menyusul dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk SD dan SMP di Surabaya pada September 2021 ini.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.