Minggu, 14 Jun 2026 15:16 WIB

Melihat Tradisi Malam 30 Suro yang Digelar Sederhana di Banyuwangi

jatimnow.com - Nguri-uri Budaya Jawa, Paguyuban Sastro Jendro Hayuningrat Pangruwate Jagat (SJHPJ) menggelar ritual Bulan Suro secara sederhana di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Rabu (8/9).

Diawali dengan merangkai sesaji gunungan yang isinya hasil bumi, juga kebutuhan ritual seperti tumpeng, jenang suro, kembang setaman serta kemenyan. Mereka berkumpul di pelataran Padepokan SJHP yang dimulai pada pukul 15.00 Wib hingga selesai.

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

Pelaksana kegiatan, Ki Suwoko Aji memamparkan kegiatan Bulan Suro tahun ini diawali dengan doa bersama, ritual grebeg tumpeng, ditutup dengan ritual semedi bersama tepat di malam 30 Suro.

Ia menyebutkan, Tumpeng Suro yang biasanya dikirap tahun ini tidak diarak. Isi tumpeng tersebut setelah dilakukan doa bersama kemudian dibagi-bagikan ke warga yang hadir serta ke rumah - rumah sekitar padepokan SJHPJ.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

"Seharusnya tahun ini ritual suroan bisa dilaksanakan dengan ritual yang lebih besar, karena tahun ini masuk Tahun Alif atau Tahun Agung di kalender Jawa Tahun 1943 Saka, atau 1443 H. Namun karena Covid-19 belum reda, ritual tetap kami laksanakan dengan sederhana dengan membuat 7 tumpeng dan 5 jenang sebagai penggantinya," kata dia.

Ritual tersebut menurut Ki Suwoko Aji, sebagai wujud rasa syukur seluruh putro wayah padepokan yang didirikan Ki Rustam Aji yang digelari Ki Ageng Gondo Kusumo.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Ritual dilakukan dengan harapan seluruh putro wayah dan masyarakat selalu dijauhkan dari marabahaya, wabah penyakit, dan selalu dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan kehidupan keseharian.

"Itu harapan kami. Semoga aktivitas perkonomian warga kembali normal seperti sediakala," pungkas Ki Suwoko Aji.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.